Dalam berinvestasi saham, ada berbagai strategi yang bisa digunakan. Salah satu strategi yang populer adalah menabung saham. Dalam kegiatan menabung saham, kita akan membeli sebuah saham untuk kita simpan dalam jangka waktu yang panjang.

Lantas, timbul pertanyaan. Bagaiamana cara memilih saham yang tepat untuk investasi jangka panjang? Kriteria saham yang bagus itu seperti apa? Nah di artikel ini Kanala ID akan bahas jawaban lengkapnya.

Artikel ini akan bermanfaat banget untuk Anda yang sedang mencari saham bagus untuk investasi.

Mindset Investasi Saham Jangka Panjang

Mindset penting yang perlu dimiliki adalah membeli saham berarti membeli sebagian kepemilikan dari sebuah bisnis/perusahaan. Ketika kita membeli barang, ataupun membeli bisnis, sudah tentu kita ingin bisnis dengan kualitas terbaik. Untuk itulah membeli saham pun demikian. Kita perlu pilih yang benar-benar berkualitas.

Untuk Anda yang baru memulai investasi saham, wajib lihat video ini. Di video ini Kanala ID membahas step by step penting dalam memulai nabung saham.

Video: 5 Ciri Saham Bagus Untuk Investasi Saham Jangka Panjang

Langsung saja, Anda bisa tonton video ini. Di video berikut Kanala ID membahas ciri-ciri saham bagus untuk investasi. Silakan tonton.

Jika kita uraikan, inilah berbagai ciri saham bagus.

1. Penjualan Perusahaan Tersebut Terus Bertumbuh

Ini adalah ciri pertama. Pilihlah perusahaan yang penjualannya terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Kenapa? Sebab penjualan bertumbuh menandakan kinerja bisnis yang terus meningkat. Itu menandakan bahwa produk/jasa perusahaan tersebut dibutuhkan, disukai, dan terus dibeli oleh para konsumen.

Untuk mengetahui data penjualan perusahaan, Anda bisa cek laporan keuangan perusahaan tersebut. Pilihlah perusahaan yang penjualan terus bertumbuh dari waktu ke waktu, sangat bagus kalau tumbuh dalam jangka panjang.

Jika Anda perhatikan perusahaan-perusahaan bagus, Anda bisa lihat penjualan dan pendapatan mereka terus bertumbuh. Sebut saja seperti contoh-contoh berikut: Bank BRI, Bank BCA, Indofood CBP, Sido Muncul, dan banyak lagi.

Revenue dan net profit Bank BRI dari 2010 – 2019. Terus bertumbuh.
Kanala ID - revenue dan net profit Sido Muncul
Revenue dan net profit Sido Muncul, terus bertumbuh.
Kanala ID - revenue dan net profit BBCA
Revenue dan net profit Bank BCA 2010-2019, terus bertumbuh.

2. Pilih Perusahaan yang Produknya Disukai dan Terus Dibutuhkan Masyarakat

Ini juga penting. Pastikan memilih usaha yang produknya disukai oleh masyarakat. Ketika suatu produk/jasa disukai masyarakat maka dalam jangka panjang penjualan akan terus bertumbuh. Pilih perusahaan yang punya keunggulan kompetitif. Contoh keunggulan ini misalnya:

  • Produk mereka punya konsumen setia. (Konsumen susah untuk pindah ke merek lain).
  • Margin keuntungan yang bagus. Kenapa? Sebab ketika margin keuntungan bagus artinya perusahaan mampu menjual barang/produk mereka dengan lebih mahal. Ini bagus untuk prospek dan kinerja perusahaan ke depannya. Perusahaan yang marginnya kecil menandakan bahwa produk mereka relatif mudah untuk disaingi oleh perusahaan lain. Sebab mereka harus berperang dari sisi harga.

Anda bisa pilih perusahaan yang produk-produknya menjadi market leader.

Kanala ID - merek-merek unilever indonesia
Contoh merek-merek terkenal dari Unilever Indonesia.

3. Pilih Perusahaan dengan Rasio Profitabilitas yang Bagus

Kalau bisa, pilihlah usaha dengan rasio profitabilitas yang tinggi. Kenapa? Sebab ketika rasio profit bagus maka akan berdampak pada kinerja profit mereka. Hal ini bagus, sebab dalam jangka panjang profit usaha akan terus bertumbuh. Pada akhirnya laba bersih akan naik dan memberi kekayaan bagi para pemegang saham.

Untuk tahu rasio profit perusahaan Anda juga perlu baca laporan keuangannya. Pelajari cara membaca laporan keuangan di artikel ini: Cara dan Panduan Baca Laporan Keuangan Untuk Pemula

4. Pilih Saham dari Perusahaan yang Prospeknya Cerah

Ketika berinvestasi, kita memandang jangka panjang. Untuk itu mesti pilih saham/perusahaan yang prospek jangka panjangnya juga bagus/cerah. Saham-saham di sektor consumer atau perbankan termasuk punya prospek cerah. Kenapa? Sebab produk/jasa perusahaan tadi pasti akan terus dibutuhkan dalam jangka panjang.

Anda bisa simak artikel-artikel berikut:

5. Pilih Perusahaan dengan Manajemen Jujur dan Track Record Bagus

Ini syarat yang sangat penting. Pastikan Anda memilih perusahaan dengan manajemen yang jujur dan track record bagus. Sebab ketika suatu manajemen tidak jujur/tidak profesional, maka hal itu bisa membahayakan investasi yang kita lakukan. Jauhi perusahaan dengan banyak kasus, skandal, atau punya track record yang tidak baik. Pilihlah perusahaan yang menerapkan GCG (Good Corporate Governance) dengan baik.

Bonus Tips: Pilih Perusahaan yang Rajin Bagi Dividen

Bonus tips: Anda juga bisa memilih saham-saham yang rutin/rajin membagi dividen. Kenapa? Sebab selain mendapatkan capital gain, Anda juga bisa meraih untung dari dividen yang dibagikan. Apalagi pajak dividen juga cukup rendah (untuk warga negara Indonesia). Pajak dividen di Indonesia hanya 10%. Jauh lebih rendah dibanding deposito. Tentunya ini jadi pilihan menarik untuk Anda yang mau dapat passive income dari saham.

Nah agar tahu perusahaan yang rajin bagi dividen, Anda bisa melihat histori pembagian dividen dari perusahaan tersebut. Anda bisa cek di laporan tahunan perusahaan tersebut.

Jika butuh referensi, cek juga video berikut. Di video ini Kanala ID membahas 9 saham dividen terbesar dan paling menguntungkan.

Nah pembaca, itulah langkah-langkah memilih saham yang tepat untuk investasi. Semoga bermanfaat.

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here