Beberapa waktu yang lalu, Kanala ID mendapatkan pertanyaan di Instagram. Ada teman yang bertanya, “bagusnya pilih saham UNVR atau BBNI ya?”

Nah untuk Anda yang juga bertanya-tanya tentang prospek kedua saham tersebut, Anda bisa simak artikel ini. Di artikel ini kita akan bahas prospek, analisa, dan perbandingan saham UNVR (Unilever Indonesia) dan juga saham BBNI (Bank BNI).

Sekilas Unilever Indonesia dan Bank BNI

Unilever Indonesia adalah salah satu perusahaan consumer goods terkemuka di Indonesia. Mereka punya lebih dari 40 brand di Indonesia. Keseharian kita pasti tidak lepas dari produk-produk Unilever, seperti: sabun Lifebuoy, sabun cuci piring Sunlight, shampoo Clear, Rinso, dan banyak lagi.

Kanala ID - merek-merek unilever indonesia
Contoh merek-merek terkenal dari Unilever Indonesia.

Dengan banyaknya brand yang dikuasai oleh UNVR, maka tentu mereka menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Tak heran, kinerja bisnisnya pun bisa dibilang cemerlang. Alhasil sahamnya jadi favorit para investor.

Sementara itu, Bank BNI adalah salah satu bank besar di Indonesia. Tergolong sebagai Bank BUKU IV. Hingga kuartal 1 2020, tercatat Bank BNI memiliki aset lebih dari 860 triliun Rupiah. Anda pasti juga sudah familiar dengan bank ini.

Kanala ID - nilai aset bank BNI
Nilai ekuitas dan aset Bank BNI 2017 – 2020. Per tahun 2020, BNI punya aset lebih dari 800 Triliun Rupiah.
Kanala ID - nilai aset Unilever Indonesia
Nilai ekuitas dan aset Unilever Indonesia 2018 – 2020. Total aset mereka hampir 22 Triliun Rupiah. 

Lantas, bagaimana analisa sahamnya?

Baca juga: 

Analisa Lengkap Saham UNVR (Unilever Indonesia)

Analisa lengkap seputar saham UNVR dapat Anda pelajari di video ini. Di video berikut Kanala ID sudah bahas hal-hal seputar:

  • analisa fundamental saham UNVR,
  • valuasi saham UNVR, dan
  • juga cara mendapatkan untung dari saham tersebut.

Simak video berikut ini.

Analisa dan Fundamental Saham BBNI

Sementara itu, untuk saham BBNI Kanala ID sudah pernah sekilas membahas di video berikut. Di video ini Kanala ID membahas 5 saham bagus dengan valuasi murah yang sangat menarik. Salah satu saham yang masuk kategori tersebut adalah saham bank BNI. Video ini dibuat saat awal kejatuhan IHSG akibat covid pada kuartal 1 dan 2 tahun 2020 lalu.

Analisanya bisa Anda lihat langsung di video berikut.

Kendati demikian, berikut kami sampaikan kembali analisa fundamental untuk saham BBNI.

1. Revenue dan Net Profit yang Terus Bertumbuh

Jika kita lihat data revenue dan net profit Bank BNI, terlihat pola kenaikan sepanjang 2010-2019. Terlihat pada tahun 2019, revenue BBNI mencapai lebih dari 71 triliun Rupiah. Bandingkan ketika revenue mereka pada tahun 2010 yang masih di bawah 30 triliun Rupiah. Hal tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan net profit. Tentunya ini menjadi salah satu ciri perusahaan yang bagus.

Kanala ID - revenue dan net profit BBNI 2010 - 2019
Data revenue dan profit Bank BNI dari 2010 – 2019. Berada dalam tren kenaikan dalam periode yang panjang.

Bicara soal ciri-ciri saham bagus, Anda juga bisa pelajari video berikut ini. Seputar: cara dan tips memilih saham bagus untuk investasi jangka panjang.

Kembali ke soal BBNI. Jika tren pertumbuhan revenue dan net profit ini terus berlanjut, maka ke depannya akan semakin besar pula laba yang dihasilkan oleh BBNI. Dengan demikian, kekayaan perusahaan juga akan makin meningkat. Pada akhirnya harga saham pun akan mengikuti nilai kekayaan perusahaan tersebut.

Kanala ID - net profit margin BBNI 2010 - 2019
Net profit margin (margin laba bersih) Bank BNI 2010-2019.

2. Valuasi Saham BBNI: Murah dan Menarik

Jika kita lihat dari sisi valuasi, BBNI juga punya daya tarik. Jika kita lihat data per tanggal 6 Agustus 2020, valuasi saham BBNI cukup menarik.

Misalkan kita lihat dari angka price earning ratio (PER). Pada tanggal 6 Agustus 2020, kita bisa lihat bahwa BBNI ini diperdagangkan dengan PER sekitar 5,56 kali. Artinya saham BBNI diperdagangkan dengan harga 5,5 kali lipat dari laba tahunannya.

Kanala ID - valuasi PER saham BBNI
PER BBNI: 5,56. Artinya saham BNI diperdagangkan dengan harga 5 kali lipat dari laba bersihnya.

Apakah ini menarik?

Tentu saja, menurut Kanala ID ini menarik. Sebab kalau kita bandingkan dengan saham bank lain, sebut saja seperti Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BCA, PER BNI ini adalah yang terkecil. Artinya valuasi saham BBNI adalah yang paling murah di antara keempat bank tersebut.

Sementara itu, kalau kita lihat dari sisi price to book value ratio (PBV ratio), bank BNI dihargai 0,81 dari harga bukunya. Ibaratnya nih Anda mau beli bank. Harga sesuai nilai buku bank tersebut adalah 100. Tapi Anda bisa beli bank itu dengan harga cuma 0,81 kali dari nilai bukunya. Ibaratkan beli bisnis, di sini Anda dapat diskon. Harga 100, Anda cukup bayar 81. Enak toh?

Kanala ID - valuasi PBV BBNI
Valuasi saham Bank BNI per tanggal 6 Agustus 2020.

Pertanyaannya:  apakah mungkin kalau di dunia nyata Anda mau akuisisi Bank BNI dengan diskon? Alih-alih membayar 100% sesuai nilai buku, Anda cuma perlu bayar 80% (diskon 20%). Tampaknya tak mungkin, sebab pemegang saham dan pemilik pasti tidak mau melepas BBNI dengan harga diskon.

Apalagi ini kita bicara bank besar sekelas Bank BNI. Kalaupun ada yang mau akuisisi bank BNI, bisa-bisa mereka harus bayar berkali-kali lipat dari harga buku perusahaan tersebut. 

Tapi di pasar saham, kita malah bisa beli BBNI dengan harga diskon.

3. Prospek BBNI di Tahun 2020 dan Seterusnya…

Lantas, bagaimana dengan prospek saham BBNI ke depannya?

Perlu Anda ketahui bahwa pandemi covid-19 ini membawa dampak besar bagi perekonomian. Kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia jeblok di kuartal 2 2020 ini. Ekonomi kita minus. Dan sejak jauh hari sudah diperkirakan bahwa kredit macet perbankan akan meningkat.

Singkatnya, hal ini juga akan membawa dampak bagi bisnis bank, termasuk bisnis bank BNI. Kanala ID tidak kaget bahwa kinerja BBNI di tahun 2020 ini akan turun. Kemungkinan besar laba bersih BBNI pun akan menurun.

Namun bagaimana prospek jangka panjangnya? Kanala ID masih cukup yakin bahwa dengan track record mereka yang panjang, didukung dengan modal dan aset yang mereka miliki, Bank BNI masih akan terus tumbuh ke depannya. Ketika ekonomi pulih dan melaju kencang, Bank BNI pasti akan masuk di jajaran terdepan yang menikmati laju ekonomi tersebut.

Untuk itu, Kanala ID masih yakin dengan prospek BBNI.

Pilih Saham UNVR atau BBNI Nih?

Kembali ke pertanyaan awal di artikel ini. Lantas, apakah kita pilih UNVR atau BBNI? Berikut jawaban dari Kanala ID.

1. Sesuaikan dengan Values Investasi Anda

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah values (nilai-nilai) Anda dalam berinvestasi. Perlu Anda ketahui bahwa saham perbankan tidak termasuk saham syariah. Jadi jika Anda hanya ingin berfokus pada investasi saham syariah, maka tentu saja BBNI tak bisa Anda koleksi.

Namun jika Anda tidak masalah dan juga ingin mengoleksi saham perbankan, maka tentu BBNI bisa jadi salah satu pilihan.

2. Secara Valuasi: Lebih Menarik BBNI

Jika kita bicara dari sisi valuasi, tentu saham BBNI lebih menarik. Ambil contoh untuk PER.

  • PER BBNI: 5,56.
  • PER UNVR: 42,63.

Secara book value ratio pun, BBNI juga lebih menarik.

  • PBV BBNI: 0,81.
  • PBV UNVR: 35,39.

Berinvestasi pada saham undervalue akan memperbesar peluang capital gain yang kita dapatkan. Sementara itu, berinvestasi pada saham yang sudah overvalue (kemahalan) bisa mengurangi potensi capital gain. Sebab saham yang sudah kemahalan cenderung lebih sulit untuk naik. Terutama jika kinerja perusahaan tersebut flat/tumbuhnya lambat.

3. Kanala ID Lebih Prefer BBNI

Namun perlu kita ketahui juga bahwa Bank BNI dan Unilever Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di sektor perbeda. Tidak apple to apple jika kita bandingkan secara langsung. Idealnya UNVR kita bandingkan dengan sesama saham di sektor consumer. Hanya saja, jika harus dibandingkan maka Kanala ID prefer BBNI.

Alasannya karena: kinerja BBNI juga bagus, terus bertumbuh, dan secara valuasi jauh lebih murah. Tentunya ini lebih menarik.

Kendati demikian, pada akhirnya Andalah yang membuat keputusan investasi. Untuk itu pastikan Anda selalu berpikir matang dan riset mandiri sebelum memutuskan untuk membeli ataupun menjual suatu saham.

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

1 COMMENT

  1. Mengapa valuasi (P/E Ratio) BBNI jauh lebih kecil disbanding BBRI dan BMRI padaha kinerjanya sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here