Tahun 2020 hampir berakhir. Tahun ini menjadi tahun yang tidak mudah, terutama dalam sisi bisnis. Namun ternyata masih ada sejumlah perusahaan yang mampu mencatatkan kinerja baik di 2020. Beberapa perusahaan publik bahkan masih mampu meningkatkan net profit mereka di tahun 2020.

Di artikel ini Kanala akan bahas 10 saham perusahaan hebat yang kinerjanya masih baik bahkan terus meningkat di 2020. Saham-saham ini dapat menjadi referensi untuk menyusun portofolio saham di 2021 mendatang. Untuk Anda yang mencari saham-saham terbaik untuk dikoleksi, mungkin juga bisa pertimbangkan saham-saham ini.

Penasaran? Mari langsung saja kita bahas.

Tahun 2020: Ujian Bagi Perusahaan

Tahun 2020 dapat menjadi momentum tepat untuk menilai kualitas perusahaan yang kita beli sahamnya. Di tahun pandemi dan resesi ini, kita bisa cek seperti apa kinerja perusahaan-perusahaan yang kita pegang sahamnya. Jika di tahun resesi saja bisnis masih bisa bertumbuh, maka kemungkinan besar dalam situasi normal, bisnis tersebut akan makin gemilang.

Tak sekadar bertumbuh, sejumlah emiten pun bahkan tetap rutin dan royal dalam membagi dividen. Bahkan sebagian ada yang masih rutin bagi dividen interim. Nah inilah daftar 10 saham perusahaan hebat di 2020 versi Kanala ID.

Kriteria pemilihan saham dalam daftar ini antara lain:

  1. Masuk dalam Indeks Kompas 100 (hal ini untuk memudahkan Kanala ID saat screening).
  2. Punya kinerja fundamental yang baik.
  3. Bisnisnya masih bertumbuh atau setidaknya masih terjaga dengan baik di tahun 2020.

Perlu diingat, daftar saham yang dibahas ini belum lengkap. Selain 10 emiten ini masih ada emiten-emiten lain di Bursa Efek Indonesia yang juga mencatatkan kinerja yang bagus.

10 Saham Perusahaan Hebat 2020 Versi Kanala ID

Ulasan lengkap tentang 10 saham perusahaan hebat tahun 2020 ada di video ini. Silakan tonton videonya. Berikut daftar lengkapnya.

Selain 10 emiten tadi, sebenarnya masih ada emiten lain yang juga mengalami kenaikan kinerja di 2020. Beberapa contohnya misal: TLKM (Telkom Indonesia), WIIM, INCO, dan lainnya.

1. Sido Muncul (SIDO)

Beberapa contoh produk-produk unggulan Sido Muncul.

Alasan Kanala memasukkan SIDO adalah kinerjanya yang bagus. Hingga kuartal 3 2020, SIDO masih mampu mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 10% secara tahunan. Laba bersih SIDO tercatat sebesar 640,8 miliar hingga kuartal 3 2020. Diperkirakan di akhir tahun laba bersih akan tetap meningkat. Dengan demikian, sepanjang 2020 bisnis SIDO masih tumbuh positif.

Tak hanya itu, SIDO pun tetap konsisten dengan kebijakan dividennya. Pada Desember 2020, SIDO tetap rutin membagi dividen interim seperti biasanya.

Baca juga: Analisa Fundamental dan Value Investing Saham SIDO

Prospek dan analisis terbaru saham SIDO dapat Anda simak juga di video berikut.

2. Bank BCA (BBCA)

Di tahun 2020 BBCA masih mampu menjaga kinerjanya di level yang cukup baik. Hal ini terlihat dari laba bersih yang dikumpulkan hingga September 2020. Meski mengalami penurunan laba bersih, BBCA masih mampu mencatatkan laba sebesar 20 triliun Rupiah. Hanya turun tipis dibanding periode yang sama tahun lalu.

BBCA unggul dibanding bank buku IV lainnya yang banyak mengalami penurunan laba bersih secara mendalam. Selain itu, dari sisi rasio perbankan, BBCA juga yang terbaik di antara emiten-emiten bank lainnya.

Untuk Anda yang ingin lihat analisis saham BBCA dan bank terbaik lain, bisa simak ulasan di video berikut.

3. Kalbe Farma (KLBF)

Tahun 2020 juga diwarnai dengan kenaikan harga saham emiten farmasi. Beberapa saham seperti KAEF, INAF, mengalami kenaikan harga yang luar biasa. Namun menurut Kanala, hal tersebut tidak dibarengi dengan kinerja fundamental yang bagus. Salah satu emiten consumer dan farmasi yang punya kinerja fundamental yang baik adalah Kalbe Farma. Hal ini pun terlihat di tahun 2020.

Di tahun pandemi ini, KLBF masih mampu mencatatkan kenaikan laba bersih hingga kuartal 3 2020. Bahkan di Desember 2020, KLBF masih mampu membagikan dividen interim seperti biasanya. Hal ini menjadi bukti bahwa KLBF punya kinerja yang baik dengan kondisi keuangan yang aman.

4. Bank Jawa Barat Banten (BJBR)

Di saat emiten perbankan lain mencatatkan penurunan kinerja dan laba bersih, BJBR justru masih bisa mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada tahun 2020. Tak hanya itu, emiten ini juga punya tingkat kredit macet (NPL) yang cukup rendah. Tentunya ini menjadi daya tarik dari saham BJBR.

Selain punya fundamental yang baik, BJBR juga dikenal royal dalam membagi dividen. BUMD ini juga punya track record pembagian dividen yang panjang. Dengan demikian, saham ini termasuk menarik untuk dikoleksi bagi Anda yang gemar mendapatkan passive income dari dividen. Analisis detail soal BJBR sudah pernah Kanala bahas di video berikut.

5. Mayora Indah (MYOR)

Berikutnya ada emiten consumer goods Mayora. Meskipun mengalami penurunan penjualan hingga kuartal 3 2020, MYOR masih mampu mencatatkan kenaikan laba bersih. Kenaikan laba ini diakibatkan oleh keuntungan selisih kurs. Selain punya fundamental yang baik, MYOR juga rutin membagi dividen setiap tahun.

6. Panca Budi Idaman (PBID)

Nah kalau ini adalah emiten produsen plastik. Meskipun masih terbilang baru di Bursa Efek Indonesia, PBID punya kinerja fundamental yang layak diacungi jempol. Mereka juga rutin bagi dividen, setidaknya sejak tahun buku 2017, 2018, dan 2019. Meskipun mengalami penurunan penjualan hingga kuartal 3 2020, laba bersih PBID tetap naik. Hal ini diakibatkan oleh turunnya beban beban pokok penjualan.

Lebih detail tentang ulasan PBID dapat Anda lihat pada video yang sudah Kanala share di atas.

7. TBIG (Tower Bersama Infrastructure)

TBIG bergerak di bidang penyediaan (penyewaan) menara untuk operator telekomunikasi. Tahun 2020 masih menjadi tahun berkah bagi emiten menara ini. Sebab TBIG juga mencatatkan kenaikan laba bersih hingga kuartal 3 2020. Mengutip data RTI Analytics, diperkirakan EPS (laba bersih per lembar saham) TBIG akan berada di angka 44. Naik dibanding tahun lalu yang hanya 36.

Walaupun secara valuasi saham ini tidak bisa dikatakan murah. Sebab ketika video tadi dibuat (18 Desember 2020), valuasi PER TBIG sudah di atas 30 kali.

8. TOWR (Sarana Menara Nusantara)

Tak hanya TBIG, TOWR juga meraih berkah di tahun 2020. Laba bersih TOWR pada kuartal 3 2020 juga masih mengalami kenaikan. EPS TOWR untuk tahun 2020 pun diperkirakan akan ada di angka  50. Dibandingkan dengan TBIG, valuasi saham TOWR lebih murah. Hal ini terlihat dari PER yang masih 19 kali (ketika video tadi dibuat).

Selain itu, TOWR juga dikenal rutin membagikan dividen setiap tahun. Bahkan pada Desember 2020, TOWR juga masih membagikan dividen interim.

9. INDF (Indofood Sukses Makmur)

Emiten consumer memang masih kuat bertahan menghadapi kerasnya 2020. Pun demikian dengan emiten INDF. Indofood masih mampu mencatatkan kenaikan laba bersih hingga kuartal 3 2020. Laba bersih yang dapat diatribusikan untuk entitas induk INDF adalah 3,7 triliun Rupiah (pada kuartal 3 2020). EPS pun diperkirakan akan mencapai angka 570 untuk tahun ini (jika memakai proyeksi data RTI Analytics).

Hanya saja, kenaikan laba bersih ini juga dibarengi dengan kenaikan utang INDF. Hal tersebut diakibatkan oleh kenaikan utang pada entitas anak ICBP.

10. Indofood CBP

Sama halnya dengan induk usahanya (INDF), ICBP juga masih mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal 3 2020. Walaupun utang ICBP juga naik drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun utang ICBP diakibatkan oleh adanya utang bank untuk keperluan akuisisi Pinehill.

Dari sisi valuasi, ICBP memang jauh lebih mahal dibandingkan INDF. Sebab valuasi PER ICBP sudah di atas 21 kali (saat video tadi dibuat).

Nah jika tertarik melihat analisis fundamental lebih detail seputar ICBP, INDF, dan emiten consumer lain, Anda bisa simak video ini.

Bagaimana Prospek 10 Emiten tadi di 2021?

Ini tergantung dari prospek dan pemulihan ekonomi pada tahun 2021 mendatang. Jika misalkan ekonomi kembali pulih, maka tentu prospek emiten-emiten ini akan tetap menarik. Sebab ketika kondisi ekonomi sudah normal, mudah-mudahan kinerja mereka akan makin gemilang. Yang mana hal tersebut dapat berdampak pada kenaikan laba bersih.

Kanala ID sendiri cukup optimis dengan pemulihan ekonomi yang akan terjadi di tahun 2021 mendatang. Dengan demikian, diharapkan laba bersih sejumlah perusahaan tadi akan kembali meningkat. Plus dividen yang dibayarkan kepada investor juga akan semakin besar. Atau setidaknya lebih baik dibanding dividen untuk tahun buku 2020.

Bicara soal dividen, Anda juga bisa simak referensi saham-saham bagus berikut ini.

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here