Selain mengoleksi saham-saham lapis satu (bluechip), investor juga bisa mengoleksi saham-saham second liner. Di artikel ini Kanala ID akan bahas seputar:

  • Pengenalan dan daya tarik saham second liner,
  • 12 saham second liner yang bagus dan menarik untuk investasi,

Namun pastikan Anda selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi. Sebelumnya Kanala juga sudah pernah membahas tentang 7 Saham Terbaik Nabung/Investasi Saham Modal 1 JutaUntuk Anda yang membutuhkan referensi saham-saham terbaik dengan budget sekitar 1 jutaan, silakan cek artikel tadi.

Langsung saja, inilah ulasan lengkap mengenai saham second liner terbaik.

Untuk Anda yang membutuhkan edukasi menyeluruh dan pendampingan dalam investasi saham, yuk ikuti: program private mentoring investasi saham Kanala ID.

Apa Itu Saham Second Liner? Apa Daya Tariknya?

Pada dasarnya tidak ada definisi resmi dari saham second liner. Kendati demikian, saham second liner (lapis dua) biasanya diartikan sebagai saham perusahaan yang masih dalam tahap berkembang, yang mana kapitalisasi pasarnya masih di level menengah. Untuk konteks di bursa Indonesia, saham second liner ini biasanya market capnya ada di angka sekitar 500 miliar – belasan/puluhan triliun Rupiah.

Berikut beberapa daya tarik saham second liner.

  1. Valuasi yang cenderung lebih murah. Karena belum semahal bluechip, biasanya valuasi saham-saham second liner cenderung lebih murah. Tentunya ini menarik untuk para value investors ataupun investor yang suka mencari saham-saham undervalue.
  2. Perusahaan masih dalam tahap berkembang. Dengan demikian laju pertumbuhan harusnya masih kencang dan melaju cepat. Perusahaan dengan karakteristik semacam ini tentu sangat menarik. Sebab ketika laju pertumbuhan sangat kencang, maka kenaikan harga sahamnya pun juga bisa tinggi/cepat.
  3. Berpotensi besar menjadi bluechip di masa depan. Ketika saham second liner berubah menjadi bluechip, tentu kapitalisasi pasarnya akan naik berlipat-lipat. Harga saham nya pun juga akan naik berlipat-lipat. Hal ini akan memberikan potensi dan capital gain yang besar bagi para pemegang saham. Tentunya ini akan terjadi ketika perusahaan second liner tadi terus tumbuh dan punya fundamental yang gemilang.

Kendati demikian, berbeda dengan bluechip, saham dan perusahaan second liner ini juga tantangannya sendiri.

  • Perusahaan bluechip (lapis 1) umumnya adalah perusahaan raksasa yang punya keunggulan kompetitif dibanding pesaing mereka. Selain itu, biasanya perusahaan bluechip sudah menjadi market leader di industrinya. Sebut saja seperti: Bank BCA, Bank BRI, Unilever Indonesia, Telkom Indonesia, Astra Internasional, dan banyak lagi.
  • Nah kalau second liner karena masih dalam tahap bertumbuh, banyak yang belum menjadi market leader. Dengan demikian persaingan masih akan ketat dan butuh perjuangan tentunya.

Namun pada akhirnya saham-saham second liner tetap menarik dan bisa menjadi koleksi dalam portofolio Anda.

12 Saham Second Liner Bagus dan Menarik Untuk Investasi

Untuk Anda yang mencari referensi seputar saham second liner, mari simak list berikut. Inilah 12 saham second liner yang bagus dan menarik versi Kanala ID.

Analisis detail tentang saham-saham second liner bagus tersebut dapat Anda simak pada video ini.

1. Saham Bank Jatim (BJTM)

Di daftar pertama ada saham Bank Jawa Timur dengan kode saham BJTM. Inilah bank pembangunan daerah yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Daya tarik saham BJTM antara lain:

  • Kinerja revenue dan net profit yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
  • Dikenal royal dan rajin membagi dividen. Memiliki dividen yield yang cukup menarik. Untuk harga saham: 500-600 Rupiah’an, yield dividennya bisa mencapai 7-8%. Cukup menarik ya.
  • Secara valuasi saham ini juga masih cukup menarik. Sebab dihargai dengan valuasi PER sekitar 5-7 kali.

Analisis lebih detail tentang saham BJTM bisa Anda tonton di video berikut. Di video ini Kanala ID sudah membahas berbagai saham bank bagus untuk dikoleksi. Salah satunya Kanala ID bahas tentang saham BJTM.

2. Saham Bank Jawa Barat (BJBR)

Selain Bank Jatim, bank pembangunan daerah yang juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah Bank Jawa Barat (BJBR). Sama halnya dengan BJTM, BJBR juga memiliki dividend yield yang menarik. Ketika artikel ini ditulis, harga per lembar saham BJBR sekitar 1200-an. Valuasi PER sekitar: 7 kali.

Analisis detail saham BJBR sudah Kanala bahas di video berikut.

3. Saham Jaya Real Property (JRPT)

Nah untuk Anda yang berminat mengoleksi saham-saham di sektor properti, saham ini patut dipertimbangkan. Tidak lain tidak bukan adalah saham Jaya Real Property (JRPT). Menurut Kanala, ini termasuk salah satu saham properti terbaik untuk dikoleksi. Apalagi di tahun 2020 ini valuasi saham JRPT termasuk murah.

Penurunan kinerja dan perlambatan ekonomi menjadikan saham JRPT turun banyak sepanjang tahun 2020. Meski kinerja menurun akibat dampak pandemi covid-19, ke depannya Kanala masih cukup yakin dengan fundamental JRPT. Bahkan jika dibanding perusahaan properti lain, kinerja JRPT termasuk yang penurunannya terkecil.

Analisis detail saham JRPT sudah pernah Kanala ulas di video berikut.

4. Saham Ekadharma Internasional (EKAD)

Berikutnya ada saham Ekadharma Internasional (EKAD). Nah kalau yang ini adalah produsen pita perekat dengan merek Daimaru. Jika dilihat dari kapitalisasi pasar, EKAD ini masih sangat kecil. Mengapa? Pada tanggal 10 November 2020, market cap itu baru 880-an milyar. Bahkan nilai pasar perusahaan belum mencapai 1 triliun Rupiah.

Saham ini punya fundamental yang menarik. Kanala ID sudah pernah bahas detailnya di artikel ini: Prospek dan Analisis Fundamental Saham EKADSilakan baca artikel tadi ya untuk Anda yang ingin lihat ulasan lebih detail seputar saham EKAD.

5. Saham Mitrabara Adiperdana (MBAP)

Dari sektor batu bara ada saham MBAP (Mitrabara Adiperdana). Meskipun bukan perusahaan batu bara terbesar, MBAP tetap menarik. Ia punya fundamental yang menarik. Bahkan emiten ini juga dikenal royal dalam membagi dividen. Saat artikel ini ditulis, market cap MBAP baru sekitar 2,67 triliun Rupiah.

Hal yang perlu dicermati dari MBAP adalah cadangan batu baranya yang lebih sedikit/kecil jika dibandingkan dengan emiten batu bara lain seperti Adaro Energy ataupun PTBA.

6. Saham MNC Media (MNCN)

Nah untuk Anda yang berminat koleksi saham media, saham MNCN mungkin masuk ke dalam radar Anda. Kapitalisasi pasar MNCN baru sekitar 12 triliun Rupiah (saat artikel ini ditulis). Jika kita melihat kinerja MNCN beberapa tahun terakhir, revenue mereka masih terus bertumbuh.

Nah kalau kita lihat dari sisi valuasi, saham MNCN dihargai dengan valuasi PER sekitar 5-6 kali. Cukup menarik ya? Lebih detail tentang ulasan MNCN dapat Anda simak pada video di atas tadi ya.

Kendati demikian, sektor media bukan favorit Kanala ID. Hal ini dikarenakan sektor media tampaknya bukan sektor yang prospektif. Selain tingkat persaingan yang tinggi, ditambah dengan gencarnya media digital, tingkat pertumbuhan kinerja perusahaan media pun tampaknya sudah relatif terbatas.

7. Saham Tunas Baru Lampung (TBLA)

Dari sektor consumer ada saham TBLA (Tunas Baru Lampung). Ini termasuk salah satu saham consumer dengan valuasi yang masih murah. Analisis saham TBLA sudah Kanala siapkan di video di bawah ini.

8. Saham Darya Varia Laboratoria (DVLA)

Untuk yang ingin koleksi saham dari sektor farmasi, saham DVLA layak untuk dicermati dan dipertimbangkan. Analisis DVLA dan TBLA dapat Anda simak di video berikut.

9. Saham Ultra Jaya (ULTJ)

Siapa di sini yang suka minum susu Ultra? Jika Anda penggemar susu Ultra, mungkin Anda juga tertarik koleksi saham Ultra Jaya (ULTJ). Selain punya susu yang enak dan jadi favorit banyak orang, Ultra Jaya juga punya kinerja fundamental yang menarik.

Dari sisi market cap, market cap ULTJ pun masih belum terlalu besar. Baru sekitar 19 triliunan. Ketika perusahaan terus bertumbuh, bisa jadi harga saham akan terus naik ke depannya. Untuk analisis detail saham ULTJ, silakan simak video berikut.

10. Saham Sido Muncul (SIDO)

Berikutnya ada saham Sido Muncul. Anda pasti sudah familar dengan produk-produk Sido Muncul. Sebut saja seperti Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima Ener-G, dan banyak lagi. Dari sisi fundamental, perusahaan ini tingkat utangnya sangat kecil. Sido pun termasuk perusahaan dengan cadangan kas yang besar. Singkatnya, dari sisi keuangan perusahaan ini sangat bagus.

Ditambah lagi kinerja nya masih terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Emiten ini juga cukup royal membagi dividen. Bahkan dividend payout ratio nya bisa di atas 80%. Sayangnya, saat ini valuasi saham SIDO sudah mahal. Dengan PER sudah di atas 26 kali. Menjadikan valuasi sahamnya tergolong mahal/premium.

Analisis saham SIDO bisa Anda simak di artikel ini: Analisis Fundamental Saham SIDO. Saham Consumer Bagus

11. Saham Adira Finance (ADMF)

Baik, pada video di atas tadi memang kita hanya membahas 10 saham saja. Kendati demikian masih ada dua saham second liner bagus lainnya yang layak untuk Anda pertimbangkan.

Berikutnya ada saham Adira Finance (ADMF). Nah kalau yang ini perusahaannya bergerak di bidang pembiayaan (multifinance). Daya tarik saham ADMF antara lain:

  • Margin profit yang tinggi, alhasil laba bersih juga besar. Sektor pembiayaan dan finance termasuk sektor usaha yang margin profitnya tinggi. Bahkan, pada tahun 2019 net profit margin ADMF bisa mencapai di atas 20%.
  • Royal dan rajin bagi dividen. Dividend payout ratio ADMF mencapai 50%. Artinya sebagian dari laba bersih dibagikan ke pemegang saham. Yield dividen ADMF pun cukup tinggi. Bahkan bisa di atas 10%.
  • Valuasi yang masih cukup murah. Dengan rasio PER yang masih di bawah 10, saham ADMF memiliki valuasi yang cukup murah.

Meskipun di tahun 2020 kinerja ADMF anjlok dalam akibat terdampak pandemi covid-19. Kendati demikian, ketika ekonomi pulih Kanala masih cukup yakin dengan prospek ADMF ke depannya. Jika Anda ingin ulasan lebih detail tentang saham ADMF silakan tonton video berikut.

12. Saham Hexindo Adiperkasa (HEXA)

Berikutnya ada emiten Hexindo Adiperkasa (HEXA). Hexindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat berat, khususnya dari merek Hitachi dan Bell. Produk-produk yang dijual pun beragam, sebut saja seperti:

  • Mini excavator,
  • Medium excavator,
  • Large excavator,
  • Wheel loaders,
  • dan banyak lagi.
Contoh produk-produk Hexindo Adiperkasa.

Ketika artikel ini ditulis harga saham HEXA adalah 2980. Dengan demikian untuk membeli 1 lot saham HEXA, Anda cukup keluarkan sekitar 298 ribuan. Cukup terjangkau, kan?

Valuasi saham HEXA pun juga cukup murah. PER nya sekitar 6,5 kali. Lebih detail tentang analisis detail saham HEXA akan kita bahas di artikel mendatang ya. Atau Anda bisa cek juga analisis saham HEXA di kanal YouTube Kanala ID.

Nah pembaca, itulah deretan saham second liner bagus dan menarik untuk dikoleksi. Selamat mempelajari, semoga bermanfaat dan happy investing!

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here