Kabar tentang Indonesia resesi kian kencang terdengar. Tanda-tanda resesi pun sudah bermunculan. Semua pihak yang berkepentingan pun sudah tahu Indonesia mengalami resesi. Hanya tinggal menunggu pengumuman dari BPS. Rencananya, pengumuman tentang PDB kuartal III 2020 dilakukan pada awal November.

Lantas, bagaimana prospek saham ketika Indonesia resmi resesi? Seperti apa strategi investasi saham terbaik jika Indonesia resmi resesi? Temukan jawaban dan ulasannya di artikel ini. Kanala ID sudah bahas berbagai tips dan strategi yang bisa Anda pakai agar tetap cuan dan meraih hasil maksimal.

Apa Itu Resesi? Apa Dampaknya pada Pasar Saham?

Resesi adalah kondisi ketika pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal 2 2020 lalu, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus, yakni 5,32% year on year. Dengan demikian jika pada kuartal 3 ekonomi masih minus maka Indonesia resmi resesi.

Lantas, apa dampaknya pada pasar saham?

Kanala ID tidak bisa memprediksi dengan akurat apa dampaknya pada pasar saham. Sebab dalam jangka pendek, pergerakan pasar saham lebih didominasi oleh sentimen dan mood market. Tidak selalu oleh faktor fundamental. Banyak yang menganggap bahwa ketika Indonesia resmi resesi, pasar saham sudah price-in. Sebab sudah terjadi penurunan banyak pada kuartal 1 dan 2 2020 lalu.

IHSG saat market crash 2020
Momen market crash pada Maret 2020.

Efek dari resesi pun sudah terlihat pada sejumlah perusahaan publik. Sudah ada perusahaan terbuka yang merilis laporan keuangan kuartal 3 mereka. Sebut saja seperti Bank BCA, Sido Muncul, Bank Jatim, dan banyak lagi. Kita bisa lihat efek kinerja ekonomi kuartal 3 pada perusahaan-perusahaan di BEI. Sebagian ada yang masih mencatatkan kinerja positif, ada yang mengalami penurunan, dan ada yang hancur kinerjanya.

Kanala ID berpendapat bahwa sekalipun terjadi resesi, pasar sudah mengantisipasi. Dengan demikian, menurut Kanala ID tidak akan terjadi gunancangan besar pada November ataupun Desember 2020. Tentu saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada pasar saham, hal tadi hanya bersifat perkiraan saja.

Solusi dan Strategi Investasi Saham Jika Resesi

Di bulan September 2020 lalu Kanala ID sudah mengunggah video yang membahas soal strategi investasi saham terbaik jika Indonesia mengalami resesi. Silakan tonton video berikut.

Inilah strategi dan antisipasi yang dapat dilakukan oleh investor.

1. Pastikan Timeframe Investasi Anda Jangka Panjang

Mengapa? Sebab jika timeframe Anda pendek maka apapun bisa terjadi dalam rentang waktu pendek. Bisa saja terjadi market crash lagi. Bayangkan ketika Anda sedang butuh uang, lalu harga saham-saham Anda berjatuhan. Tentu Anda akan mengalami kerugian yang besar.

Oleh karena itu, idealnya kita memilih timeframe jangka panjang dalam investasi saham. Jika target keuangan Anda masih dalam rentang waktu di atas 3 tahun ke depan, maka harusnya aman. Sebab ekonomi pasti akan pulih kembali.

2. Gunakan Mindset: Investasi Saham = Membeli Bisnis

Mindset ini sangat penting. Sebab kebanyakan pelaku pasar hanya menganggap saham sebagai barang dagangan. Investor saham mestinya memiliki mindset bahwa membeli saham = membeli bisnis. Sekarang bayangkan Anda adalah pemilik bisnis. Lalu ekonomi Indonesia resesi, apakah lantas Anda akan menjual perusahaan Anda? Padahal Anda tahu perusahaan Anda masih beroperasi dan masih survive.

Karena mindsetnya adalah membeli bisnis, maka pastikan saham yang Anda pegang adalah saham perusahaan yang bagus. Bagaimana cara tahu apakah perusahaan Anda masih bagus? Berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan.

  • Cek laporan keuangan perusahaan Anda dalam 3 kuartal terakhir. Misal: kuartal 1, 2, dan 3 2020. Dari sana Anda akan tahu seperti apa kinerja perusahaan Anda di tahun ini. (Baca juga: Cara Analisa Fundamental dan Laporan Keuangan Perusahaan). 
  • Cek kondisi keuangan perusahaan Anda. Pastikan keuangan perusahaan masih aman sehingga bisa melalui masa resesi ini. Anda bisa cek rasio-rasio keuangan perusahaan.
  • Lakukan evaluasi. Jika keuangan dan kinerja perusahaan Anda masih aman, tentu masih aman untuk pegang sahamnya. Namun jika kinerjanya hancur lebur, keuangan rusak, dan Anda sudah tidak yakin dengan saham tersebut, Anda bisa jual sahamnya dan lakukan rebalancing portofolio.

3. Jika Pasar Saham Hancur, Justru di Sana Ada Peluang

Kita tentu tidak berharap pasar saham kembali crash. Namun kalaupun pasar kembali crash, justru itu menjadi peluang. Sebab kita bisa membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga diskon. Jika Anda masih ingat dengan market crash di kuartal 1 dan 2 2020 lalu, saat itu banyak saham-saham bluechip yang dihargai dengan diskon. Sebut saja seperti BBCA, BBRI, BMRI, UNVR, INDF, dan banyak lagi.

Jadi, persiapkan diri Anda. Kalupun seandainya pasar kembali jatuh, justru terdapat peluang.

Simak juga video ini. Di video ini Kanala sudah share pengalaman meraup cuan lumayan di BBRI dan HMSP ketika market crash di kuartal 1 2020 lalu.

4. Selalu Alokasikan Cash dalam Batas Aman

Strategi keempat yang juga sangat penting adalah alokasikan cash dalam batas aman. Selalu sedia cash. Sebab ini untuk berjaga-jaga jika market benar-benar kembali crash. Tujuannya agar kita tetap bisa belanja saham justru saat ada diskon besar-besaran. Kalau mau lebih aman, Anda bisa diversifikasi dana dan aset Anda. Tidak hanya di saham, tapi juga bisa alokasikan ke instrumen lain yang lebih aman dan stabil, seperti: deposito, obligasi ritel/obligasi pemerintah, dan lainnya.

Tentang alokasi aset sudah dibahas juga pada video di atas tadi.

5. Bersabar dan Menunggu

Agar saham-saham kembali meroket, maka tentu kita membutuhkan pemulihan ekonomi. Sebab ketika ekonomi sudah pulih kinerja perusahaan publik akan kembali naik dan pulih. Nah yang jadi PR adalah pemulihan ekonomi ini akan butuh waktu. Untuk itu, sebagai investor jangka panjang pastikan Anda bersabar menunggu pemulihan ekonomi.

Terkait dengan dividen, kemungkinan tahun depan jumlah dividen yang kita dapat pun bisa menurun. Sebab kinerja perusahaan publik juga banyak yang turun, alhasil laba bersih mereka pun menurun.

Nah pembaca itulah strategi dan tips investasi saham dalam menghadapi kondisi resesi. Semoga bermanfaat dan happy investing!

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here