Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak terduga bagi semua orang. Siapa sangka bahwa tahun ini dipenuhi berbagai hal mengejutkan. Salah satunya adalah krisis di bursa saham. Tak hanya krisis di bursa saham tapi juga pasti akan diikuti oleh resesi di berbagai negara, bahkan krisis ekonomi.

Semua bermula dari kemunculan pandemi Covid-19. Satu dunia geger karenanya. Sejak awal 2020 hingga Mei 2020, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sudah turun dari level 6200-an ke 4500-an. Terjadi penurunan lebih dari 25% atas IHSG. Bisa dibilang sudah terjadi crash terhadap IHSG.

IHSG Januari - Mei 2020
Grafik IHSG sejak Januari hingga Mei 2020.

Apalagi jika kita melihat sejumlah emiten, seperti yang terjadi pada BBRI, BBNI, BMRI, ASII, dan banyak lagi. Kita melihat bahwa penurunan harga saham sudah jauh dan dalam. Sudah di atas 30, bahkan 40%.

Lantas, saham apa yang dapat kita beli di saat krisis ini? Bagaimana strategi investasi saham di tahun 2020? Kali ini Kanala ID akan membahasnya.

Video: Rekomendasi Saham Terbaik Saat Krisis 2020

Kanala ID sudah membahas strategi investasi saham di saat krisis 2020. Ulasan dan panduan lengkapnya dapat Anda simak di video berikut.

Jika Anda suka dengan video-video investasi saham semacam ini, yuk subscribe dan nonton di channel YouTube Kanala ID.

1. Pilihlah Saham Perusahaan yang Paling Sedikit Terdapak Pandemi Covid-19

Semua bisnis pasti terdampak pandemi Covid-19. Namun tentu ada bisnis-bisnis yang tidak terlalu terdampak Covid-19. Nah dalam berinvestasi saham, Anda bisa koleksi saham-saham yang bisnisnya tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Salah satu sektor saham yang tidak terlalu terdampak Covid-19 misalnya: sektor consumer.

Lain halnya dengan sektor-sektor lain seperti pariwisata, hotel, ritel, properti, otomotif, penerbangan, tentu mereka sangat terdampak pandemi covid-19. Nah kita bisa menghindari saham-saham di sektor tersebut. Kecuali jika memang ada peluang di sana. Misalkan harga saham emiten di sektor tersebut sudah terlalu murah (sangat undervalue). Maka tentu hal tersebut dapat menjadi peluang untuk meraih mutiara terpendam di bursa saham.

2. Pilih Saham Perusahaan yang Keuangannya Aman

Di tengah krisis ekonomi, kita perlu berpegang pada perusahaan-perusahaan yang tangguh. Salah satu ciri perusahaan tangguh saat krisis adalah perusahaan yang keuangannya aman. Seperti apa perusahaan yang keuangannya aman? Beberapa kriteria yang bisa jadi pertimbangan misalnya:

  • Utang perusahaan masih dalam batas aman.
  • Perusahaan punya uang kas dalam jumlah besar.

Perusahaan-perusahaan semacam ini akan memiliki tambahan tenaga dalam mengarungi krisis di tahun 2020. Kanala ID banyak mengalokasikan portofolio sahamnya pada emiten-emiten dengan cadangan kas besar dan minim utang.

Untuk mengetahui posisi keuangan suatu emiten tentu Anda harus membaca laporan keuangan. Nah panduan simple dan mudah membaca laporan keuangan emiten dapat Anda jumpai pada video berikut.

3. Pilih Perusahaan dengan Manajemen Andal dan Track Record yang Baik

Untuk menghadapi krisis, jelas kita membutuhkan manajemen yang andal. Tak sekadar andal, tapi juga manajemen yang terpercaya. Oleh karena itu, Anda bisa memilih saham-saham dari perusahaan yang punya manajemen andal, hebat, dan terpercaya. Di sini, aspek GCG (Good Corporate Governance) menjadi faktor yang sangat penting.

Walaupun aspek GCG ini tidak hanya kita perhatikan saat krisis saja. Lebih dari itu, dalam kondisi normal pun syarat GCG ini adalah syarat mutlak ketika kita akan berinvestasi di suatu perusahaan. Manajemen perusahaan yang tidak jujur, tidak amanah, dan tidak kapabel hanya akan menjadi beban dalam kegitan investasi saham yang kita lakukan.

4. Pilih Perusahaan yang Punya Prospek Cerah

Krisis dan badai pasti berlalu. Oleh karena itu, kita bisa fokuskan pilihan saham kita pada perusahaan-perusahaan yang tetap punya prospek cerah. Kita bisa perhatikan sektor-sektor usaha yang akan tetap cerah setelah krisis berlalu. Sektor seperti perbankan dan consumer goods akan tetap melaju. Mengapa? Sebab produk-produk dari perusahaan di sektor tersebut pasti tetap digunakan oleh orang-orang.

Salah satu ciri sektor/perusahaan yang punya prospek cerah adalah produk/jasa perusahaan tersebut selalu dan akan terus digunakan oleh orang-orang. Produk-produk consumer seperti rokok, makanan, susu, produk herbal, obat, juga produk perbankan pasti akan tetap digunakan.

Tentunya peluang tidak hanya ada di sektor perbankan dan consumer, tetapi di sektor lain pun pasti ada. Anda perlu lakukan analisis secara lebih mendalam dan menyeluruh untuk tahu prospek dari perusahaan tersebut.

Nah pembaca, itulah beberapa faktor yang perlu jadi pertimbangan dalam memilih saham saat krisis saham tahun 2020. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, tentu Anda akan tahu emiten apa yang mesti dikoleksi saat krisis 2020 ini. Semoga bermanfaat.

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here