Kali ini saya masih ingin ngomongin soal investasi saham. Well, most of the time, di Kanala.id saya bakal banyak bahas soal investasi saham. Kenapa? Karena keseharian saya tidak jauh dari kegiatan investasi saham. Jadi, tentu ada banyak banget hal yang bisa saya tulis seputar investasi saham.

Saya mau memulai dengan sebuah pertanyaan. Apa arti uang 300 ribu buat kamu?

Kalau lu anak Jakarta yang sering banget nge-mall, makan dan nongkrong pas weekend, duit 300 ribu mah apaan. Cuma sekilas lewat doang.

Sekali makan bareng temen atau pacar aja, mungkin 300 ribu udah habis kalau di mal-mal. Apalagi makan sekeluarga, 300 ribu mah kurang.

Buat yang menganggap 300 ribu kecil, coba deh perhatikan fakta berikut.

Memulai Investasi Saham Tidak Harus Mahal

investasi saham modal 300 ribu

Banyak yang mengira bahwa memulai investasi saham itu mahal, butuh modal gede.

Padahal nggak juga. Sekarang buka akun di sekuritas mah murah. Ada sekuritas yang mensyaratkan deposit dana awal 100 ribu Rupiah. Ada yang 1 juta Rupiah, dan lainnya. Singkatnya, dengan uang jajan lu doang, udah bisa mulai investasi saham. Dan ini adalah dana deposit ya. Daftar di perusahaan sekuritas mah gratis, kita hanya perlu mendepositkan dana. Dana itu nanti tetap jadi dana kita, dana yang akan kita pakai untuk transaksi saham.

Oke, kalau buka rekening sekuritas murah, selanjutnya apa?

Selanjutnya ya kita bisa mulai beli saham.

Belinya berapa?

Harga tiap saham berbeda-beda dan akan berubah-ubah setiap hari. Namun, setiap kali kita mau beli saham, minimal pembelian adalah 1 lot (100 lembar).

Contohnya begini. Pada penutupan perdagangan di hari Jumat (14 Juni 2019), harga saham BBRI (Bank BRI) adalah 4.230. Artinya, kalau mau beli saham BRI, minimal kamu harus beli 100 lembar. Jadi, uang yang perlu kamu keluarkan adalah 4.230 x 100 = 423.000 Rupiah. Iya, cuma 400 ribuan, udah bisa beli salah satu bank terbesar di Indonesia.

Itu tadi kalau BRI. Selain BRI, masih ada banyak lagi perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Contoh lain seperti saham Sido Muncul (SIDO). Harganya pada tanggal 14 Juni 2019, sekitar 1.010. Artinya kalau mau beli 1 lot, kita cukup membayar sekitar 100 ribu.

Cukup murah, kan?

Bandingkan dengan uang 300 ribu yang kita miliki. Kalau dipakai untuk makan dan nongkrong pas weekend, 300 ribu mah sudah pasti ludes. Tapi kalau 300 ribu kita belikan saham SIDO, kita sudah dapat 300 lembar. Lumayan, kan?

Ini untuk nilai hari ini. Bisakah kamu bayangkan berapa harga 300 lembar saham SIDO 10 tahun yang akan datang? Dengan perusahaan yang terus tumbuh, tentu nilainya akan bertambah di masa depan.

Tapi… belom selesai, coba deh perhatikan penjelasan saya berikut ini.

Memiliki Perusahaan yang Bagus = Memiliki Mesin Pencetak Uang

Salah satu investor senior dan legend di Indonesia, Lo Kheng Hong pernah bilang begini. “Ketika kita memiliki perusahaan publik yang bagus, labanya tinggi, kita seperti memiliki mesin pencetak uang.”

Agar lebih jelas, perhatikan contoh berikut. Ini adalah grafik harga saham Bank BRI dari tahun 2008 hingga saat ini. Di bulan Mei 2009, harga saham Bank BRI masih sekitar 600 rupiah. Coba lihat harganya pada 14 Juni 2019, harganya sudah 4.230 Rupiah. Dalam 10 tahun, uang investor BRI di tahun 2009 sudah naik sekitar 7 kali lipat. Ya wajar aja sih, lha wong labanya BRI di tahun 2018 aja sudah tembus 32 triliun.

grafik harga saham BRI
Grafik harga saham BRI.

Artinya, kalau investasi 1.000.000 di saham BRI pada tahun 2009 itu, sekarang nilainya sudah jadi 7.000.000-an. Itu kalau 1 juta, bagaimana kalau 100 juta? Duitnya sudah jadi 700 juta. Bagaimana, kalau 1 miliar? Apalagi 1 triliun?

Itu tadi belum termasuk dividen ya. Dividen itu adalah bagi hasil yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham. Setiap tahunnya, Bank BRI selalu rutin membagi dividen. Jadi, udah harga sahamnya naik berlipat-lipat, investor di Bank BRI selalu dapat dividen.

Kurang enak apa coba? Padahal investor BRI kerjanya cuma disuruh tidur. Gak disuruh mengoperasikan Bank BRI. Gak disuruh memburu dana murah (CASA) untuk Bank BRI, gak disuruh jualan kredit, gak disuruh menjaring nasabah, cuma disuruh “tidur”.

Ya itu tadi perusahaan Bank BRI ya. Perusahaan yang selama ini tercatat memiliki kinerja yang super bagus. Tapi kalau perusahaannya jelek, bukannya untung, investor malah buntung.

Tapi omongannya Lo Kheng Hong terbukti kan. 🙂

Kembali Lagi ke Uang 300 Ribu…

Oke, kita sudah dapat kesimpulan bahwa kalau kita investikan uang kita di perusahaan yang bagus, maka uang kita akan tumbuh berlipat-lipat.

Lantas, bagaimana dengan uang 300 ribu tadi?

Ada banyak sekali perusahaan di Bursa Efek yang bisa kita beli dengan modal di bawah atau sekitar 300 ribu. Contoh lainnya seperti saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM). Ini adalah satu emiten yang ada di portofolio saya. Harga saham BJTM pada penutupan 14 Juni 2019 adalah 625 Rupiah. Artinya, untuk beli saham Bank Jatim, saya cuma perlu keluarkan uang 62.500 Rupiah. Dengan duit nongkrong 300 ribu tadi, saya sudah dapat hampir 500 lembar saham BJTM.

Sekarang saya mau berandai-andai nih. Andaikan budget nongkrong 300 ribu seminggu, saya alihkan jadi tabungan saham. Maka dalam 1 bulan, saya bisa menabung 1,2 juta Rupiah. Dengan uang 1,2 juta Rupiah, saya sudah dapat sekitar 1900 lembar saham BJTM.

Sekarang mari kita lakukan hitung-hitungan.

Berikut beberapa data terkait kinerja Bank Jatim. Data-data berikut saya ambil dari aplikasi RTI Business. Data dari RTI Business ini adalah data yang sudah disetahunkan dan dirata-rata. Untuk data pastinya, silakan pelajari laporan keuangan Bank Jatim ya.

  • ROE (Return on Equity) Bank Jatim: 18,25%. Return on Equity menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dibandingkan dengan ekuitas (modal) yang mereka miliki. Jadi, kalau modal Bank Jatim adalah 8,89 Triliun, maka ia bisa menghasilkan sekitar 1,2 triliun.
  • Laba bersih Bank Jatim pada tahun 2019 adalah 1,26 triliun Rupiah.
  • Biasanya, laba bersih perusahaan itu akan dipakai untuk dua hal. Pertama, untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Kedua, sisa dari pembagian dividen tadi akan dimasukkan kembali kepada modal perusahaan.
  • Untuk tahun buku 2018, Bank Jatim membagikan dividen sebesar 683,86 miliar. Artinya masih ada sekitar 500 miliar lebih yang diinvestikan kembali kepada perusahaan. Singkatnya, modalnya BJTM ini makin gede.
  • Lalu kita asumsikan bahwa kinerja BJTM tetap bagus di 2019, lalu mereka bisa mempertahankan ROE di angka 18%. Artinya, laba bersih BJTM juga akan meningkat.
  • Ekuitas per lembar/book value per lembar saham BJTM adalah 593 Rupiah (sumber data: RTI Business). Artinya dengan membeli seharga 625 Rupiah, kita akan mendapatkan nilai modal setara 593 Rupiah. Jika di tahun 2019, laba BJTM meningkat, maka jelas nilai modalnya akan naik dari 593.

Lalu, saya coba buat perhitungan sederhana berikut ini.

perhitungan ROE BJTM hingga 2029
Proyeksi nilai buku Bank Jatim sampai tahun 2029. Dengan catatan, REO konsisten 18% setiap tahun.

Jika bank Jatim konsisten menjaga ROE mereka di angka 18% untuk 10 tahun ke depan, lalu tiap tahun bisa konsisten selalu 18%, maka di tahun 2029 nilai buku Bank Jatim adalah sekitar 3.100 Rupiah. Bayangkan, dalam 10 tahun uang 600 Rupiah per lembar tadi bisa berubah jadi 3.100. Naik 5 kali lipat. Dengan catatan, selama 10 tahun BJTM konsisten dan tidak membagi dividen, tapi semua labanya diinvestikan kembali ke perusahaan.

Duit 300 ribu yang kita belikan saham tadi bisa jadi 1,5 juta! Daripada dipakai nongkrong, maka uangnya ludes tak bersisa.

Hanya saja, bukan berarti saya anti nongkrong dan konsumsi ya. Nongkrong, hepi-hepi, belanja, dan spending tetap perlu ada. Kalau semua orang mikirnya investasi, gak ada yang konsumsi, maka pertumbuhan ekonomi akan melambat. Hasilnya percuma juga investasi, orang ekonominya gak tumbuh, ya gak bakal cuan.

Di sini saya hanya menawarkan sudut pandang tentang uang dan investasi. Selain sekadar dipakai untuk konsumsi dan nongkrong, duit 300 ribu bisa lho diternakin asal kita membeli dan punya perusahaan yang bagus.

Anyway, balik lagi ke perhitungan sederhana tadi. Itu tadi baru menghitung nilai buku (nilai wajar) saham BJTM. Saya sangat yakin, jika BJTM konsisten menjaga ROE mereka tetap tinggi, pasar akan menghargai BJTM lebih daripada nilai bukunya. Artinya apa? Artinya nilai pasar BJTM di masa depan pasti lebih tinggi daripada nilai bukunya. Jadi, di tahun 2029 nanti duit nya kita bukan lagi 3.100 per lembar, tapi bisa lebih dari itu. Kalau saja BJTM dihargai 1,5x dari harga bukunya, maka harga per lembar sahamnya jadi 4.650!

Gila nggak tuh?

Saya sih optimis banget ya BJTM akan menembus harga tersebut di masa depan. Makanya saya beli saham BJTM ini.

Seperti biasa, disclaimer ON ya. Lakukan riset Anda sendiri kalau mau membeli saham BJTM. Bisa saja prediksi dan asumsi saya tadi salah dan tidak terbukti. Jadi, kalau Anda jadi tergiur untuk beli BJTM ya riset sendiri dulu ya. Jangan sekadar ikut-ikutan.

Jadi, kalau ditanya, 300 ribu dapat apa? Salah satunya kita bisa dapat mesin pencetak uang. 🙂

Saya menulis artikel ini untuk menyemangati diri saya dan teman-teman investor kecil juga. Bisa jadi modal kita saat ini tidak besar, hanya beberapa ratus ribu atau juta, tapi dengan konsistensi pertumbuhan dan kinerja yang bagus, uang kita bisa naik berlipat-lipat di masa yang akan datang.

Baca juga: Hal Paling Susah Dalam Investasi Saham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here