Salah satu sektor usaha yang cukup menarik di pasar saham adalah sektor pertambangan, khususnya batubara. Sektor batubara cukup menarik karena emiten-emiten di sektor ini banyak yang membagikan dividen dalam rasio yang cukup besar. Walaupun sektor ini termasuk berisiko, terutama karena pergerakan harga batubara yang senantiasa naik turun di pasar.
Nah dari sekian banyak emiten batubara, salah satu nama yang cukup sering disebut adalah ITGM (Indo Tambang Raya Megah Tbk).
Lantas, bagaimana prospek saham ITMG? Seperti apa fundamental sahamnya? Mari kita bahas pada artikel berikut.
Untuk Anda yang membutuhkan edukasi menyeluruh dan pendampingan dalam investasi saham, yuk ikuti: program private mentoring investasi saham Kanala ID.
Tentang Indo Tambang Raya Megah
Indo Tambang Raya Megah adalah salah satu perusahaan batubara yang listing di Bursa Efek Indonesia. Berdiri sejak 1987, ITMG merupakan salah satu perusahaan batubara terkemuka di Indonesia. Mereka punya beberapa lingkup usaha, di antaranya: operasi penambangan batubara, pengolahan, dan logistik. ITMG punya 14 anak perusahaan dan menguasai tujuh konsesi tambang di Pulau Kalimantan.
Empat belas anak usaha tersebut antara lain:
- PT Indominco Mandiri (IMM),
- PT Trubaindo Coal Mining (TCM),
- PT Jorong Barutama Greston (JBG),
- PT Kitadin (Embalut & Tandung Mayang),
- PT Bharinto Ekatama (BEK),
- PT ITM Indonesia (ITMI),
- PT Tambang Raya Usaha Tama (TRUST),
- PT Nusa Persada Resources (NPR),
- PT Tepian Indah Sukses (TIS), PT ITM Batubara Utama (IBU), PT ITM Energi Utama (IEU), PT ITM Batubara Perkasa (IBP), PT Gasemas (GEM) dan PT Energi Batubara Perkasa (EBP).
Profil lengkap ITMG dapat Anda akses di laman website resmi mereka.
Kinerja Fundamental ITMG
Lantas, bagaimana dengan kinerja fundamental emiten ini? Mari kita telusuri.
1. Revenue dan Net Profit yang Fluktuatif
Dilihat dari sisi revenue dan net profit, kinerja ITMG termasuk fluktuatif. Hal ini cukup wajar, mengingat perusahaan bergerak di sektor batubara. Yang mana harga batubara juga terus berubah dari waktu ke waktu. Sebagai gambaran, berikut data harga batubara dalam rentang waktu 2011 – 2019. Melihat grafik ini kita bisa tahu seperti apa dampak pergerakan harga batubara terhadap perusahaan tambang, termasuk di Indonesia.


Di tahun 2011, ITMG sempat mencatatkan kinerja luar biasa. Di mana profit mereka mampu mencapai angka lebih dari 546 juta US dollar. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir ITMG belum mampu mencatatkan kinerja seperti pada tahun 2011.

Kendati demikian, kalau kita lihat dari sisi profitabilitas, mereka tampak mencatatkan perbaikan (jika dibandingkan tahun 2015 lalu). Meskipun tentu saja masih fluktuatif.
Jika Anda butuh panduan untuk belajar membaca laporan keuangan, Anda bisa tonton video tutorial berikut.
2. Posisi Utang yang Terjaga
Jika kita lihat dari posisi utang, ITMG punya tingkat utang yang terjaga. Hal ini terlihat dari:
- Debt to Equity Ratio sekitar 42%. Itu artinya keseluruhan utang ITMG hanya 42% dari nilai ekuitas mereka.
- Dilihat dari cash ratio pun juga cukup baik, yakni: 80,28%. Artinya seluruh uang kas ITMG mampu menutupi 80% utang jangka pendek mereka. Dengan demikian, keuangan berada dalam posisi yang cukup aman.

Hanya saja, kalau kita lihat dari kinerja ROA (Return on Assets) dan ROE (Return on Equity) ITMG ini masih kalah kalau kita bandingkan dengan emiten batubara lain seperti ADRO dan PTBA.


3. Valuasi ITMG yang Undervalue
Kendati demikian, salah satu daya tarik ITMG adalah sahamnya yang undervalue. Ini bisa kita lihat dari rasio PBV. Di mana rasio PBV ITMG adalah 0,76. Artinya kita bisa membeli saham ini dengan harga hanya 76% dari nilai bukunya. Cukup menarik, kan?

Dividen yang Besar dan Menarik
Daya tarik lain dari emiten ini adalah dividen yang cukup besar. Bahkan, ITMG konsisten membagi dividen setahun dua kali. Anda bisa lihat pada data-data berikut. Pada tahun buku 2019, ITMG juga membagikan dividen sebanyak 2 kali.

Kanala ID pernah membuat video tentang 9 saham dividen terbaik. ITMG sempat kami masukkan dalam daftar tersebut. Selengkapnya Anda bisa tonton video berikut.
Bagaimana Prospek ITMG Ke Depannya?
Sama halnya dengan saham batubara lainnya, pergerakan harga saham ITMG akan sangat tergantung dari pergerakan harga batubara. Ketika harga batubara kembali terkerek naik, maka akan meningkatkan kinerja emiten batubara. Dengan demikian, revenue emiten akan turut naik. Nah berikutnya mudah-mudahan laba bersih perusahaan pun juga akan semakin bagus.
Pertanyaannya, kapan harga batubara akan naik? Kita tentu tidak tahu.
Di sisi lain, prospek emiten batubara juga akan tergantung dari tingkat efisiensi perusahaan. Perusahaan yang efisien akan mampu mencatatkan profit yang baik. Setidaknya ketika harga batubara tak kunjung pulih maka perusahaan yang efisien masih akan mampu mencatatkan profit.
Berdasarkan penjelasan manajemen pada Maret 2020, ITMG akan melakukan sejumlah langkah. Di antaranya sebagai berikut.

Apakah saham ITMG menarik untuk dikoleksi? Jawabannya tentu hanya Anda yang tahu. Sebab pada akhirnya Anda yang akan membeli ataupun menjual saham tersebut. Pastikan Anda selalu riset dan mempelajari emiten yang akan Anda transaksikan.
Kanala ID menilai kinerja ITMG masih perlu ditingkatkan. Terutama dalam hal efisiensi dan rasio profitabilitas. Mari kita berharap kinerja mereka makin baik ke depannya.






