Tahun 2020 ini benar-benar mengejutkan. Hidup kita benar-benar terguncang.

Siapa sangka bahwa tahun 2020 akan jadi begitu menantang? Tidak lain tidak bukan penyebabnya adalah pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ini membawa banyak sekali dampak bagi kehidupan kita. Banyak yang kehilangan pekerjaan, bisnis terancam tutup, dan ekonomi masuk ke jurang resesi.

Apalagi jika kita bicara pasar modal, khususnya saham. Tahun 2020 ini bisa dibilang adalah tahun yang jelek. Kenapa? Sebab hingga Mei 2020, IHSG sudah turun jauh dibanding awal tahun. Sudah pasti kinerja pasar saham tahun ini tidak menggembirakan.

Namun bukan berarti tidak ada harapan. Justru ketika ekonomi menuju resesi, pasar saham anjlok, di sana terdapat peluang emas untuk yang jeli memanfaatkan peluang. Lantas, bagaimana kita berinvestasi saham saat kondisi market sedang jelek saat ini? Kali ini Kanala ID akan bagikan cara dan tips investasi saham saat market krisis. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Video: Cara dan Tips Menghadapi Krisis Pasar Saham

Cara, tips, dan strategi lengkap berinvestasi saat krisis sudah Kanala ID bahas pada video berikut. Silakan tonton video ini.

Jika dirangkum, inilah poin-poin penting dari pembahasan dalam video di atas.

1. Tetap Tenang dan Terima Keadaan

Sadarilah bahwa kinerja investasi kita hampir pasti akan jelek. Atau at least tidak memuaskan. Sadari bahwa ini tidak hanya dialami kita sendiri. Seluruh investor, apalagi fund manager besar pasti mengalami hal yang sama. Bahkan si legend, Warren Buffett pun juga mengalami kinerja yang tak menggembirakan. Anda bisa simak artikel ini: Berkshire Hathaway Lost $49.7 Billion in First Quarter Stung by Coronavirus.

Buffett sekalipun juga punya kinerja yang jelek di tahun 2020.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menerima keadaan. Plus Anda juga perlu menyesuaikan ekspektasi. Saat ekonomi terancam resesi, maka akan sedikit sekali perusahaan yang tetap bertumbuh. Bahkan perusahaan yang Anda miliki bisa saja mengalami kesulitan. Atau paling tidak mengalami penurunan kinerja. Jadi, pastikan Anda menyesuaikan ekspektasi investasi Anda dengan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

2. Amankan Kondisi Keuangan Anda

Langkah kedua yang juga penting adalah mengamankan kondisi keuangan Anda. Pastikan kondisi keuangan Anda aman, walaupun ekonomi resesi. Yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Pastikan Anda punya dana darurat. Yang mana dana darurat ini bisa meng-cover pengeluaran bulanan Anda selama 3-6 bulan ke depan. Dana darurat ini penting agar kondisi keuangan Anda tetap aman. Takutnya dalam 3-6 bulan ke depan akan ada kejadian tak terduga.
  • Kelola utang Anda. Saat berada dalam fase sulit, maka pengelolaan keuangan mesti ekstra hati-hati. Terutama untuk utang. Kalau bisa, hindari menambah utang baru. Fokuskan effort Anda pada utang yang Anda miliki. Kelola dengan bijak, jangan sampai utang justru membebani Anda.

Nah kalau keuangan Anda sudah aman, barulah fokus pada pengelolaan investasi.

Dalam hal ini, kelola alokasi aset Anda. Pastikan Anda tetap memegang cash yang cukup. Kenapa? Sebab untuk berjaga-jaga. Kita tidak akan tahu sampai kapan pasar saham akan terus turun. Nah, pastikan ketika pasar sedang turun, Anda sedia cash. Dengan demikian, Anda tetap bisa membeli saham-saham bagus dengan harga yang amat terdiskon.   Tentu ini akan jadi peluang emas untuk Anda.

Selalu sedia cash, agar Anda bisa membeli saham saat mereka terdiskon. Anda akan untung besar.

3. Hanya Pegang Saham yang Berkualitas

Saat krisis semacam ini, pasar menawarkan peluang yang tidak boleh kita lewatkan. Di tahun 2020 ini, saham-saham perusahaan bagus banyak yang berjatuhan. Misalkan, saham BBRI, BBNI, BBCA, HMSP, dan banyak lagi telah berjatuhan. Tentunya hal tersebut memberi kita kesempatan membeli saham bagus dengan harga terdiskon.

Oleh karena itu, momen semacam ini dapat Anda pakai untuk mengoleksi saham perusahan bagus. Pastikan Anda memegang saham-saham bagus dan berkualitas. Kenapa? Sebab ketika ekonomi resesi atau bahkan depresi, hanya perusahaan yang baguslah yang akan bertahan. Jika kita pegang saham gorengan atau saham perusahaan yang meragukan, maka tentu ada risiko besar perusahaan tersebut akan bangkrut.

Selain itu, hati akan lebih tenang ketika kita memegang saham-saham perusahaan yang bagus.

Mau belajar menganalisa saham dengan baik? Mau tahu cara memilih saham perusahaan yang bagus dan luar biasaYuk ikuti kelas online investasi saham Kanala ID

4. Sabar, Badai Pasti Berlalu

Pada akhirnya badai pasti berlalu. Walaupun perjalanan mengarungi badai akan berat. Kendati demikian, agar jadi investor saham yang hebat, kita harus bisa bertahan dalam kondisi ini. Yang perlu kita lakukan adalah tetap bertahan, sabar, dan pada akhirnya kondisi ekonomi akan membaik lagi. Ketika itu terjadi, bersiaplah Anda akan cuan gila-gilaan dari saham-saham bagus yang Anda miliki.

Berapa lama fase “badai” ini akan terjadi?

Kita tidak tahu. Namun jika melihat sejarah, maka biasanya badai crash pasar saham akan berlalu. Lalu pasar akan pulih dalam hitungan sekitar 2-3 tahun. Pastikan Anda tetap mampu bertahan.

Baca juga: Ini Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi Saat Krisis

Butuh mentor untuk investasi saham? Ikuti Program Private Mentoring Investasi Saham dari Kanala IDKlik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here