Siapa sih yang tidak ingin jadi orang kaya?

Punya banyak uang, masuk jajaran orang terkaya di Indonesia atau bahkan dunia.

Sejak SMA saya sudah bercita-cita jadi kaya.

Saya ingat betul, ketika SMA, saya pernah ditanya, “Jeff, siapa tokoh idolamu?” Saya lantang menjawab saya mengidolakan Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Waktu itu saya mengidolakan mereka bukan karena mereka mengubah dunia, tapi karena mereka kaya aja sih. Dan juga, waktu itu saya lagi suka-sukanya mengikuti dunia teknologi. Jadi tahunya ya nama-nama seperti itu tadi.

Ya emang mereka keren sih, tapi mereka juga kaya.

Hanya saja, seiring berlalunya waktu saya menyadari sesuatu, saya tidak sejenius Bill Gates atau sejago Mark Zuckerberg. Jadi agak mustahil ya mengharapkan saya bisa menjadi seperti mereka.

Sampailah di tahun 2018 saya mulai menekuni investasi saham. Sebagai seorang investor yang memilih menjadi value investor, jelas saya mengenal betul dua nama ini: Lo Kheng Hong dan Warren Buffett. Ya iyalah, Warren Buffett jelas menjadi kiblat para investor saham dunia.

Saya pun memilih untuk mengidolakan Warren Buffett dan Lo Kheng Hong. Tak sekadar mengidolakan, tapi saya mau meniru mereka. Sambil berharap, suatu saat bisa menjadi seperti mereka.

Lebih luas dari dunia investasi dan value investing, saya mengidolakan Pak Hong dan Buffett bukan karena mereka kaya. Ada banyak pelajaran hidup yang saya bisa petik. Saya akan ceritakan pelajaran-pelajaran tersebut.

1. Fokus Pada Value yang Didapat

Sebagai value investor, jelas Lo Kheng Hong dan Warren Buffett punya kesamaan. Lo Kheng Hong dalam salah satu video, pernah mengatakan bahwa ia mengidolakan dan belajar dari Warren Buffett. Kesamaan tersebut adalah mereka (para value investor) pasti lebih fokus pada value dibanding price.

Lah wong Warren Buffett jelas-jelas bilang, “Price is what you pay, value is what you get.“. Harga adalah apa yang kita bayar, nilai adalah apa yang kita dapat. Dari quote tersebut, kita bisa ambil kesimpulan bahwa seorang value investor fokus pada value/nilai apa yang bisa ia dapatkan. Lebih spesifiknya, pada nilai/value intrinsik yang ada pada suatu saham.

Hanya saja, pelajaran tentang value dan price tadi tidak hanya untuk bidang saham. Dalam kehidupan sehari-hari pun saya mencoba menerapkan hal tersebut. Alih-alih peduli pada harga yang saya bayar, saya lebih fokus pada value apa yang saya dapat. Kalau ada barang yang harganya mahal tapi value dan gunanya memang bagus ya saya beli.

Tapi di sini lain, kalau sekiranya dengan harga murah saya sudah bisa dapat value yang saya inginkan, ya saya beli saja.

2. Sederhana

Lo Kheng Wong dan Warren Buffett terkenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Lo Kheng Hong kalau beli mobil, belinya mobil yang sudah lama. Ia tidak menghamburkan uangnya untuk beli mobil mewah terbaru. (Baca: Dapat Dividen 16 M, Lo Kheng Hong Nggak Beli Mobil Tuh. )

Warren Buffett masih tinggal di rumah yang sama, yang mana rumah itu ia beli pada tahun 1950-an. Padahal, kalau dia mau, Buffett bisa beli rumah di mana pun dia mau.

Kesederhanaan Pak Lo dan Buffett pun terlihat saat mereka berbicara. Dalam seminar-seminarnya yang saya tonton, Pak Lo bicaranya nyantai aja tuh, nggak meledak-ledak. Nadanya tidak tinggi, tapi adem-adem aja. Kan banyak tuh, pembicara/trainer yang kadang kalau kasih materi sambil meledak-ledak, mungkin terlalu antusias.

Ini salah satu video seminar Lo Kheng Hong.

Buffett pun juga gitu. Doi orangnya nyantai aja. Kalau lihat rekaman-rekaman video wawancaranya, lihat rekaman saat dia ditanya oleh shareholder, Buffett ya ngomongnya gitu aja. Nyantai dan enjoy aja.

Selain itu, saya juga style-nya Lo Kheng Hong. Tampil biasa dan apa adanya, sewajarnya saja, tapi punya prestasi dan kinerja investasi yang mengagumkan.

3. Hidup Bahagia dan Happy

Satu hal yang sangat saya suka dari Buffett adalah kemampuannya untuk hidup happy sampai tua. Usianya sudah 88 tahun, tapi dia masih enjoy aja tuh. Masih kerja sebagai investor, masih ketawa-tawa kalau diwawancara, masih main sama Bill Gates, masih semangatlah.

Artinya apa?

Artinya nih orang hepi hidupnya. Kalau bisa sampai tua tetap sehat dan antusias, bertenaga, tuh orang hidupnya pasti hepi.

Kurang keren apa coba? Sudah 80 tahunan masih kerja, masih semangat, masih sibuk.

Sementara Lo Kheng Hong juga tampak bahagia dengan hidupnya. Bisa bangun pagi, tidak perlu repot-repot ngantor. Kerjanya cuma baca, baca, dan baca tentang investasi saham. Gak punya bos, gak punya kantor, gak punya karyawan.

Hidup kayak gitu enak kali yah. Gak perlu mikirin gimana ningkatin sales, gak perlu mikirin karyawan, dan lain-lain.

4. Banyak Baca

Sudah jelaslah, dua-duanya demen banget baca.

5. Mau Berbagi Ilmu

Kedua tokoh ini juga cukup sering berbagi ilmu. Dibanding Buffett, mungkin Lo Kheng Hong tidak terlalu terekspose ya. Kalau kita cari video Lo Kheng Hong di YouTube, videonya tidak terlalu banyak. Kendati demikian, apa yang ia ajakarkan dapat dengan mudah kita temui dan pahami.

Kalau Buffett, sudah banyak sekali buku yang membahas tentang dia. Video-video di YouTube pun juga sudah banyak. Belum lagi surat yang sering ia tulis untuk pemegang saham. Buffett’s annual letters. Ilmunya banyak banget yang bisa saya petik.

Lebih Realistis Untuk Meniru Lo Kheng Hong dan Warren Buffett

Balik lagi ke pernyataan yang saya sebutkan di awal. Menurut saya, lebih realistis untuk meniru apa yang dilakukan oleh Lo Kheng Hong dan Buffett. Kalau mau jadi the next Bill Gates, mungkin dari sejuta orang hanya akan ada satu.

Tapi kalau Lo Kheng Hong?

Siapapun yang hidup sederhana, belajar saham, dan konsisten mempraktikkan ilmunya pasti bisa. Barangkali hartanya tidak akan triliunan seperti Lo Kheng Hong. Tapi dapat return investasi 20-30% per tahun secara konsisten selama puluhan tahun, juga bakal kaya kok.

Syukur-syukur kalau bisa punya dan cuan dari saham tenbagger (saham yang bisa naik hingga 10 kali lipat dari harga awalnya).

Kalau sudah melihat kisah hidup Buffett dan Lo Kheng Hong, kita bisa tahu bahwa apa yang mereka capai cukup realistis dan bisa diikuti oleh siapa saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here