Beberapa waktu yang lalu saya sempat membahas tentang Robert Kiyosaki dalam Instagram story saya.

instagram story tentang utang dan investasi

Dalam Instagram story tersebut, saya membahas tentang kaitan antara utang dan investasi. Hanya sekadar sharing perspektif tentang utang sih.

Jadi ceritanya, saya cerita tentang Robert Kiyosaki dan bukunya Rich Dad Poor Dad. Dalam buku tersebut, Robert Kiyosaki cukup banyak membahas soal utang, menggunakan utang untuk pengembangan bisnis dan investasi.

Di akhir story Instagram tadi saya sempat melontarkan pernyataan bahwa saya sudah tidak terlalu suka baca buku Robert Kiyosaki. Even buku-buku baru dari dia. Kenapa? Sebab ada beberapa saran investasi ataupun bisnis yang kurang cocok. Selain itu, semenjak berinvestasi di pasar modal, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca laporan keuangan, laporan tahunan, riset ekonomi dan emiten, dan buku-buku yang memang saya tertarik. Jadi saya sudah tak punya waktu dan tak tertarik lagi baca-baca buku “cara jadi kaya” macam bukunya si Robert. 🙂

Kalau kita lakukan pencarian di Google tentang Robert Kiyosaki pun juga banyak kontroversi yang muncul. Salah satunya ini: THE ULTIMATE HYPOCRITE: ROBERT KIYOSAKI AND HIS COMPANY’S BANKRUPTCY.

Terlepas dari semua kontroversi tadi, saya tetap menganggap karya Robert Kiyosaki sebagai sesuatu yang bermanfaat. Bahkan, apa yang ditulis oleh Robert Kiyosaki cukup mempengaruhi cara berpikir saya dalam bidang bisnis dan investasi hingga saat ini.

Hanya saja, menelan mentah-mentah ajaran investasi dan bisnis dari Kiyosaki jelas bukan sesuatu yang bijak.

Pelajaran Utama yang Saya Petik: Membedakan Aset dan Liabilitas

Ada banyak hal yang dibahas dalam buku-buku Robert Kiyosaki. Salah satu yang paling kentara adalah Robert ini sangat menyarankan tentang investasi/bisnis properti. Bahkan, orang tua saya pun cukup terpengaruh dengan apa yang diajarkan oleh Robert. Saya sendiri sih tidak tertarik dengan investasi/bisnis properti.

Hanya saja, dari sekian banyak yang dibahas, saya paling ingat dengan konsep aset dan liabilitas. 

Robert Kiyosaki adalah penulis pertama yang secara gamblang menjelaskan pada saya tentang konsep aset dan liabilitas.

Apa yang membedakan aset dan liabilitas?

Menurut Robert Kiyosaki, aset adalah segala sesuatu yang mengalirkan (menghasilkan) uang ke kantong kita. Sedangkan liabilitas adalah segala sesuatu yang justru mengeluarkan uang dari kantong kita.

Dalam akuntansi, sebuah rumah akan dianggap sebagai aset, sebuah mobil juga akan dianggap sebagai aset. Namun kalau pakai definisinya Robert Kiyosaki, maka rumah tidak dianggap sebagai aset jika tidak menghasilkan uang. Sebuah rumah akan dianggap aset kalau rumah tersebut menghasilkan pendapatan/cash flow bagi pemiliknya. Misalnya dengan cara rumah tersebut disewakan.

Mobil akan dianggap sebagai liabilitas. Kenapa? Karena mobil hanya menguras uang dari kantong si pemilik. Biaya bensin, biaya bayar tol, biaya perawatan, biaya parkir, dan sebagainya.

Kecuali mobilnya dipakai untuk kegiatan bisnis (misal dipakai jadi sarana taksi online atau disewakan). Baru itu bisa disebut aset.

Dengan penjelasan yang sederhana tentang aset dan liabilitas, saya jadi cepat mengerti bedanya aset dan liabilitas.

Hal ini juga berdampak ke cara berpikir saya hingga hari ini. Di artikel Sesat Kebodohan Bernama Investasi Emas, saya bilang bahwa kriteria investasi bagi saya adalah:

  1. Suatu instrumen/objek menghasilkan cash flow,
  2. Suatu instrumen/objek investasi menghasilkan/punya potensi capital gain yang tinggi.

Lantas, apa pelajaran yang bisa dipetik?

Menurut saya sih sederhana, ya kalau mau kaya fokus pada membangun aset dulu baru liabilitas. Menurut saya, inti cara jadi kaya ya konsep berpikir tadi. Fokus membangun aset, setelah asetnya besar dan menghasilkan uang yang cukup, baru kita belikan liabilitas.

Atau kalau perlu kita membeli liabilitas pakai passive income dari aset yang kita punya. Ya misal beli rumah pakai dividen saham, atau beli mobil pakai hasil dari sewa properti. Tapi dari satu juta orang, berapa sih yang sanggup begitu? Haha..

Itu saja sih yang saya dapat dari Kiyosaki. Selebihnya soal idenya tentang investasi properti, MLM, atau apalah itu saya tidak tertarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here