Salah satu instrumen investasi yang bisa kita pilih adalah saham. Nah jika kalian ingin memulai investasi saham, tapi masih bingung harus mulai dari mana, mari simak artikel Kanala.id kali ini.

Untuk memulai investasi saham, ada beberapa hal yang perlu kita siapkan. Di artikel ini Kanala akan membahas cara untuk memulai investasi saham.

Memulai investasi saham itu tidak sulit kok. Kalian tinggal buka rekening investasi, lalu kalian bisa segera bertransaksi. Selengkapnya, berikut panduannya.

1. Cari Informasi Soal Investasi Saham

Hal pertama yang perlu kalian lakukan tentu saja mencari tahu banyak informasi soal inverstasi saham. Mulai dari pengertian tentang saham, risiko, hingga keuntungan apa saja yang bisa didapatkan dari berinvestasi saham. Sekilas tentang pengenalan saham bisa kalian baca di artikel ini: Kenali Dulu Tentang Investasi Saham.

Atau, kalian bisa juga lho datang ke sekolah pasar modal yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia, dan ini tidak dipungut biaya apapun guys! Info seputar sekolah pasar modal dan memulai investasi saham juga bisa kalian akses di sini: website Yuk Nabung Saham

2. Datang ke Perusahaan Sekuritas

Jika kalian nggak sempat datang ke BEI untuk mengikuti pelatihan pasar modal, kalian bisa juga loh langsung datang ke perusahaan sekuritas dan membuat rekening saham. Mereka juga sering mengadakan pelatihan tentang investasi di pasar modal, dan ini juga gratis guys!

Berikut contoh beberapa nama perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia: Phillip Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Samuel Sekuritas, Danareksa, First Asia Capital, Valbury Sekuritas, dan masih banyak lagi.

Informasi seputar perusahaan sekuritas di kota-kotamu dapat diakses di sini: daftar perusahaan sekuritas

3. Siapkan Data-Data untuk Membuat Rekening Saham

Namanya buka rekening, pasti membutuhkan data diri dong. Nah, untuk rekening saham ini, yang pasti kalian harus minimal berusia 18 tahun atau sudah memiliki ID dan buku tabungan. Sebagai tambahan, untuk beberapa perusahaan sekuritas juga ada yang meminta NPWP sebagai salah satu syarat membuka rekening saham.

Untuk membuka rekening saham, kalian juga bisa daftar secara online lho. Sudah ada banyak perusahaan sekuritas yang menerima pendaftaran rekening secara online. Kalian bisa cari infonya pada perusahaan sekuritas yang kalian tuju.

4. Money is Important

Kalau data sudah siap semua, hal yang sangat penting selanjutnya adalah dana. Kalau nggak ada dana, tentu saja rekening saham kalian tidak akan jadi, guys. So, pastikan kalian minimal memiliki dana sebesar 100.000 Rupiah. Anyway, biaya ini bisa jadi berbeda-beda sesuai kebijakan perusahaan sekuritas ya. Jadi, cek dan ricek kembali persyaratan perusahaan sekuritas yang kalian daftar.

Nantinya dana tersebut akan kalin setorkan ke rekening dana investor milik kalian. Nah, dana di rekening dana itulah yang bisa kalian pakai untuk transaksi saham.

Setelah rekening saham jadi, kita akan mendapatkan username dan password untuk log-in secara online. Kita juga akan memiliki Akses dan Rekening Dana Nasabah untuk melihat jumlah saldo kita di rekening investor kita.

5. Transaksi Tidak Harus Rutin

Bedanya dengan menabung, di rekening saham ini kalian tidak perlu menabung setiap bulan, lho. Kalian bisa bebas melakukan transaksi kapan saja. Pun, angka yang harus kalian setorkan juga tidak perlu sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Jika bulan ini kalian hanya menyetorkan 1 juta rupiah, bulan depannya kalian boleh kok untuk tidak melakukan transaksi apapun, kalian juga boleh untuk menarik keuntungan yang ada.
Tapi, setiap transaksi biasanya akan dikenai biaya sebesar 0,15% – 0,25% per transaksi tergantung dari kebijakan perusahaan sekuritas.

Intinya, kalian bisa bertransaksi ketika kalian ingin membeli atau menjual saham suatu perusahaan.

6. Pelajari Analisa Teknikal dan Fundamental

Setelah kalian memiliki rekening saham, kalian sudah bisa langsung melakukan transaksi di pasar modal. Nah, supaya bisa bertransaksi dengan baik dan mendapatkan keuntungan optimal, kalian juga harus memahami pergerakan saham. Ada baiknya kalian juga memperhatikan analisis teknikal dan fundamental yang ada.

Jadi, dalam investasi saham dikenal dua bentuk analisa, yakni fundamental dan teknikal. Analisa fundamental ini adalah kegiatan menganalisa saham melalui faktor-faktor fundemental perusahaan. Dalam melakukan analisa fundamental, kalian akan mencari tahu kondisi keuangan perusahaan (baca laporan keuangan), mencari tahu kondisi manajemen, kinerja perusahaan, prospek perusahaan, dsb. Singkatnya, analisa fundamental ini membantu kalian memilih perusahaan yang tepat.

Sedangkan analisa teknikal adalah kegiatan analisa yang lebih berfokus pada pergerakan harga saham. Sedangkan analisis teknikal dapat kalian lihat dari beberapa indikator teknikal (pergerakan saham), yaitu moving average (MA), moving average convergence divergence (MACD), relative strength index (RSI), stochastic, bollinger band, dan masih banyak lagi. Indikator-indikator tersebut dapat kalian pelajari secara otodidak dengan googling ataupun membaca buku.

Masih bingung? Tenang, kalian bisa pelajari artikel-artikel lain seputar investasi saham di laman berikut: panduan investasi saham

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here