Sebagai salah satu instrumen investasi, saham memiliki banyak sektor. Contoh sektor tersebut seperti konstruksi, perbankan, consumer goods, infrastruktur, dan lainnya. Lantas, sektor mana sih yang sebenarnya paling optimal untuk menjadi tempat milenial berinvestasi? Berikut, hasil wawancara Kanala dengan salah satu Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji.

Hasil wawancara ini akan membantumu memilih sektor investasi saham. Hanya saja, sebagai investor kamu tetap perlu melakukan analisis sendiri ya guys. Kalian tetap perlu mempelajari fundamental sektor ataupun perusahaan yang akan kamu beli. Ingat, kalian harus tetap mandiri dalam berinvestasi saham. Nikmati proses belajarnya.

1. Sektor Konstruksi

Seperti yang kita tahu, di era pemerintahan Joko Widodo, pemerintah sedang menjalankan banyak sekali pembenahan infrastuktur dan tentunya banyak perusahaan konstruksi yang juga turut berpartisipasi.

“Hal ini menjadikan penopang indeks perusahaan, sehingga konstruksi merupakan salah satu sektor yang cukup baik untuk diinvestasikan oleh pemula,” ungkap Nafan.

Selain itu, Nafan juga mengatakan jika berinvestasi di sektor konstruksi masih terbilang terjangkau sehingga bagi mahasiswa tentu tidak akan terlalu berat untuk melakukan investasi. Jika melihat data pada 14 Agustus 2018, harga saham-saham konstruksi relatif terjangkau. Misalkan harga saham Waskita Karya (WSKT) yang ada pada harga 1925 per lembarnya. Dengan demikian, bermodalkan 192.500 Rupiah (untuk membeli 1 lot/100 lember saham), kalian sudah bisa membeli saham Waskita Karya.

Harga saham Waskita Karya pada penutupan perdagangan di tanggal 14 Agustus 2018.

Adapun contoh pilihan emiten dalam saham konstruksi antara lain: PTPP, ADHI, WIKA, WSKT, dan masih banyak lagi.

2. Sektor Consumer Goods

Selain infrastruktur, sektor consumer goods juga menjadi pilihan investasi yang baik. Sebab, menurut Nafan sektor ini turut mencerminkan tingkat ekonomi nasional dan daya beli masyarakat.

“Kalau ekonomi stabil dan daya masyarakat juga tinggi, sektor ini tentu akan jadi salah satu pilihan bagus,” tuturnya.

Untuk sektor ini terdapat beberapa pilihan emiten seperti MYOR, GGRM, HMSP, UNVR, KLBF, dan lain-lain.

3. Sektor Perbankan

“Sektor perbankan ini cukup terhubung dengan sektor consumer goods, di mana jika masyarakat yang gemar mengonsumsi barang-barang maka akan semakin banyak yang membuat tabungan dan kredit,” pungkas Nafan.

Oleh karena itu, sektor perbankan ini pun juga turut menjadi salah satu opsi untuk berinvestasi. Apalagi, indeks sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI juga kerap stabil dan mengalami kenaikan indeks.

4. Sektor Mining (Pertambangan)

Untuk yang satu ini, Nafan menjadikannya sebagai salah satu opsi investasi sebab sektor mining memiliki sifat yang kompleks dan kerap terkait ketegangan geopolitik.

“Sektor ini cukup mudah ditebak gerakannya, jadi ini bisa jadi salah satu pilihan bagi pemula,” papar Nafan.

Lanjut Nafan, “mahasiswa/milenial juga mudah untuk mencari tahu informasi-informasinya, misalkan ada ketegangan geopolitik yang membuat harga minyak berubah, ini bisa memengaruhi penjualan perusahaan minyak, ini kan mudah diikuti.”

Adapun daftar emiten sektor ini adalah ADRO, BUMI, ANTM, INCO, dan lain-lain.

Itu dia sektor-sektor yang dapat teman-teman jadikan opsi jika ingin memulai berinvestasi saham. Tinggal kalian sesuaikan dengan keingingan kalian dan melihat keadaan perusahaan sebelum melakukan investasi. Jangan lupa untuk cek juga artikel lainnya terkait investasi saham di web Kanala ya.

Artikel ini ditulis oleh Nathania Z. Pessak.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here