Punya hunian sendiri merupakan impian hampir setiap insan manusia. Meskipun masih muda, tidak ada salahnya kita mulai mencari tahu rumah seperti apa yang tepat untuk nantinya kita beli dan tempati. Nah guys, Kanala punya beberapa tips untuk memudahkan kalian yang lagi cari tahu apa saja yang perlu disiapkan dalam membeli hunian pertama. So, check this out!

1. Rumah Tapak atau Rumah Vertikal?

Banyak dari kita yang mungkin masih menimbang-nimbang lebih baik membeli rumah tapak atau rumah vertikal.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, sejatinya pemilihan rumah dapat disesuaikan dengan karakter orang yang membelinya.

“Untuk generasi 60-an, mungkin masih lebih menyukai rumah tapak karena berpikir bahwa tanah adalah aset, sehingga kalau nantinya sudah tidak ditempati dapat dijual kembali. Sedangkan, untuk millenials yang suka hal-hal praktis dapat memilih apartment sebagai hunian pertamanya,” papar Safir.

(Baca juga: Ini Cara Mudah dan Lengkap Mengatur Keuangan Untuk Anak Muda.)

2. Lihat Lokasi dan Fasilitas yang Ada

Setelah menemukan jenis rumah yang diinginkan, hal yang kemudian dapat kalian lakukan adalah mengobservasi lokasi tempat tinggal. Tentu kalian nggak mau dong tinggal di daerah terpencil dengan akses jalan yang masih minim.

Untuk itu, pastikan dahulu lokasi mana yang tepat. Kalian bisa memilih lokasi rumah yang dekat dengan pusat perbelanjaan, sekolah, dan rumah sakit, namun tentunya biasanya rumah dengan fasilitas yang memadai akan lebih merogoh kocek.

3. Siapkan Dana, Beli dengan Kredit atau Tunai?

Sudah memilih jenis rumah, sudah survei lokasi, lalu apa lagi yang harus dilakukan? Tentu saja siapkan dananya. Untuk eksekusi pembelian, terdapat dua cara yakni kredit (KPR) dan tunai.

Untuk pembelian dengan cara kredit, Safir menyarankan agar kita menyiapkan dana sebesar 20% – 30% dari total harga rumah yang akan dibeli. Selain itu, sebelum melakukan KPR kita juga harus sudah memiliki penghasilan.

“Meski demikian, tiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda, jadi jika beli dengan sistem KPR juga harus menyesuaikan dengan syarat-syarat yang diberikan dari tiap-tiap bank,” pungkas Safir.

Safir pun memberikan perbandingan antara membeli rumah dengan sistem KPR dan tunai. Menurut Safir, membeli dengan sistem KPR tidaklah salah, tetapi, dengan sistem KPR akan membuat harga beli rumah kita lebih mahal daripada yang seharusnya.

“Misalnya, rumah yang kita inginkan harga awalnya adalah 1 miliar, tapi karena kita KPR dengan tenor 15 tahun, maka harga rumah menjadi 2,5 miliar. Harganya jadi melunjak tinggi karena ada bunga yang harus dibayarkan juga,” jelas Safir.

Sedangkan, untuk membeli rumah dengan uang tunai, kita harus menabung cukup lama hingga semua uangnya terkumpul.

“Kembali lagi, masing-masing. Jika memang sudah memiliki uangnya, lebih baik membeli tunai. Tapi kalau belum ada, bisa juga mengandalkan sistem KPR, karena rumah juga sudah bisa langsung ditempati,” tutupnya.

Itu dia beberapa tips yang bisa Kanala berikan untuk kalian. Intinya, untuk pembelian hunian pertama, cermati jenis rumah yang ingin kalian beli dan sesuaikan juga dengan kebutuhan serta budget kalian.

Artikel ini ditulis oleh Nathania Z. Pessak.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here