Harga rumah semakin lama semakin tinggi dan semakin sulit untuk dibeli. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa memiliki rumah sendiri?

Solusinya adalah mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan KPR yang telah Kanala rangkum untuk kalian.

1. Siapkan Data-Data

Pastikan kalian memiliki dokumen-dokumen penting untuk mengajukan KPR. Dokumen yang dibutuhkan antara lain:

  1. KTP
  2. Kartu Keluarga
  3. NPWP
  4. Buku Nikah (jika sudah menikah)
  5. Slip gaji (untuk karyawan) atau laporan keuangan (untuk wiraswasta dan pengusaha)
  6. Surat keterengan bekerja (untuk karyawan)
  7. Rekening koran tabungan tiga bulan terakhir

Selain dokumen pribadi, ada pula dokumen lain yang harus disiapkan seperti dokumen-dokumen rumah yang hendak diajukan untuk KPR, yakni salinan sertifikat tanah, salinan izin mendirikan bangunan, dan salinan surat tanda jadi dari developer atau pemilik tanah yang setuju menjual rumah tersebut.

2. Proses Appraisal

Setelah menyerahkan semua dokumen untuk diteliti oleh Bank Indonesia dan kita dinyatakan layak untuk mendapatkan pinjaman, maka bank tempat kita mengajukan KPR akan memproses. Untuk proses ini tidak akan dipungut biaya apapun apabila pihak developer sudah bekerja sama dengan bank.

Kendati demikian, jika kita membeli rumah melalui pemilik tanah, maka proses appraisal ini akan mengeluarkan biaya untuk jasa petugas yang besarannya sesuai dengan kebijakan bank. Untuk catatan, jika tidak ingin dipungut biaya appraisal, maka kalian bisa mengajukan KPR melalui bank syariah.

3. Kalkulasi Penawaran Bank

Jika bank sudah menkonfirmasi appraisal dan setuju mencairkan pinjaman KPR, jangan langsung bersorak dulu, guys. Perhatikan lagi hal-hal seperti:

a. Tawaran Suku Bunga

Teliti kembali besaran suku bunga yang ditawarkan. Biasanya di awal bank akan menawarkan bunga yang cukup kompetitif berkisar 9% per tahun. Namun sayangnya, biasanya suku bunga ini hanya bertahan dua tahun saja, setelah itu bank akan menyesuaikan suku bunganya dengan “bunga pasar” yang mengacu pada suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia atau BI Rate.

Biasanya, begitu BI menaikkan BI Rate, maka otomatis suku bunga KPR juga akan terkerek naik. Tetapi, ketika BI Rate diturunkan, suku bunga KPR tidak serta merta ikut turun, malahan bunga akan tetap.

b. Lihat kembali Syarat dan Ketentuan

Pelajari lagi syarat dan ketentuan yang diberikan. Sebab, syarat dan ketentuan akan menjadi pemandu kalian dan hukum yang akan berlaku bila kalian memutuskan jadi mengambil KPR dari bank tersebut. Teliti kembali biaya-biaya seperti denda penalti yang akan diberlakukan dan juga tentang denda keterlambatan pembayaraan. Perhatikan juga terakit metode angsuran, apakah kita harus megirimkan biayanya lewat transfer atau akan langsung terpotong dari saldo kita.

c. Teliti Detail Rincian Biaya KPR

Lihat kembali biaya yang terdata dalam rincian biaya KPR begitu disetujui seperti biaya PPN dan lain sebagainya.

4. Biaya Notaris

Ketika bank menyetujui pencarian KPR, maka mereka akan mengeluarkan Surat Persetujuan Kredit (SPK). Di dalam SPK, tertulis nama notaris yang ditunjuk oleh pihak bank untuk mengurus semua persyaratan yang ada. Untuk biayanya, biasanya bank akan meminta pihak pembeli rumah untuk bernegosiasi harga dengan si notaris.

Adapun tarif meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit, Akta Jual Beli, biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan, dan masih banyak lagi.

5. Tanda Tangan Akad Kredit

Tahap ini merupakan tahap puncak dalam pengajuan KPR. Proses ini dilakukan di hadapan notaris. Pihak yang hadir tentu saja terdiri dari pembeli rumah, perwakilan pihak bank, pihak penjual, dan notaris. Semua pihak tidak dapat diwakilkan karena wajib menunjukkan identitas asli ke hadapan notaris.

Dalam tahap ini, baik pihak penjual maupun pembeli akan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan dan kemudian notaris akan memerika semua kebenaran dokumen tersebut.

Bila semua berjalan lancar dan dokumen akad kredit telah ditandatangan, maka pihak bank akan mengirimkan dana ke pihak penjual. Notaris juga akan memproses nama sertifikat tanah ke pembeli.

Buat teman-teman Kanala yang tertarik untuk mengajukan KPR, Kanala kasih tahu, kalau kalian harus menyiapkan waktu antara 6-12 bulan pengajuan. Sebab tahapan KPR ini memang cukup rumit. Tapi, demi rumah idaman, kalian harus tetap semangat, bisa saja ada keajaiban dan mempercepat proses KPR kalian, deh!

Baca juga: Pengin Beli Hunian Pertama? Ini Tipsnya

Artikel ini ditulis oleh Nathania Z. Pessak.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here