Usia 20-an emang tidak mudah guys. Kita masih muda tapi ada banyak tuntutan. Mulai dari harus memikirkan karier, pekerjaan, bisnis, keluarga, dan banyak lagi. Apalagi nih, salah satu hal yang harus kita perhatikan di usia 20-an adalah soal keuangan.

Kadang kita bingung gimana mengelola keuangan dengan baik. Bahkan, kadang merasa gaji/penghasilan kita kok terasa gak cukup ya? Mau beli ini susah, mau nabung susah, apalagi investasi? Haduh.

Tapi nggak perlu khawatir guys. Kali ini Kanala akan bahas topik yang penting banget, yakni tentang mengelola keuangan untuk anak muda. Kanala akan bagikan tips, inspirasi, dan panduan mengatur keuangan untukmu. Eits, ini bukan sembarang tips dan cara lho. Tips dan panduan ini hasil obrolan Kanala.id dengan Safir Senduk. Safir Senduk adalah perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan.

Akun Instagram Safir Senduk.

Rabu, 30 Mei 2018 lalu Kanala berkesempatan berbincang dengan Safir Senduk. Nah langsung saja, ini dia panduan mengelola keuangan untuk anak muda ala Safir Senduk.

1. Tak Apa Mengejar Gaya Hidup dan Experience, Asal…

Generasi milenial memang dikenal sebagai generasi yang sangat mengutamakan pengalaman (experience). Bahkan, pakar pemasaran, Yuswohady menyebut generasi milenial sebagai e-generation (experience generation).

By-default, konsumen milenial adalah konsumen yang paling haus akan pengalaman (experience) dibanding generasi-generasi sebelumnya. Survei di seluruh dunia (Everbrite-Harris Poll, 2014) membuktikan bahwa milenial lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk pengalaman (experience) ketimbang barang (material goods),” tulis Yuswohady di blognya. 

Udah deh ngaku aja, sebagian besar di antara kita pasti menjadi pemburu experience. Ngerjain tugas harus di cafe/tempat yang nyaman. Buat kita, liburan dan travelling itu penting banget. Iya kan?

Nah kalau kata Safir Senduk nih, milenial memang punya nilai yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Kendati demikian, kita tetap bisa kok menikmati experience dan gaya hidup. Cuma memang ada tapinya nih. Ini saran dari Safir Senduk.

“Saran saya adalah yang namanya milenial, jangan meninggalkan values tadi (experience dan gaya hidup), tapi sebaiknya mereka juga punya values security. Berbeda dengan generasi yang lahir tahun 60’an, 70’an, security mereka adalah aset. Nah bagi milenial, security-nya sebaiknya berupa investasi,” ujar Safir.

Jadi, menurut Safir, ada tiga nilai utama yang perlu dimiliki oleh milenial, yakni: experience, gaya hidup, dan investasi. Intinya, senang-senang boleh tapi jangan lupa investasi.

2. Belajarlah Mengendalikan Keinginan

Ke mana sih uang kita mengalir tiap bulan? Mungkin untuk bayar tagihan kos (buat yang ngekos), nyicil hunian (buat yang udah nyicil tempat tinggal), kredit kendaraan, tagihan listrik, dan banyak lagi. Gimana sih cara mengatur pengeluaran kita? Tenang, ada kok kunci suksesnya guys. Ini dia.

Menurut Safir nih guys, ada tiga jenis pengeluaran bulanan, yakni:

  • Pengeluaran wajib, yakni segala macam pengeluaran yang kita wajib bayar. Kalau kita gak bayar, akan ada konsekuensi, baik itu berupa finansial (denda, bunga) atau dosa. Contoh pengeluaran wajib misalnya: membayar zakat, persepuluhan.
  • Pengeluaran butuh, adalah segala sesuatu yang kita harus bayar, tapi kalau gak bayar tidak ada konsekuensi finansial, paling-paling ada fungsi yang berhenti. Contohnya: gak beli pulsa, maka handphone kita tidak bisa dipakai untuk menelfon.
  • Pengeluaran untuk keinginan, segala macam pengeluaran yang kalau kita tidak bayar, gak ada masalah kok.

“Banyak milenial itu pengeluarannya terjebak di ingin. Ingin itu sering tidak bisa diperkirakan. Kuncinya, kalau kita bisa mengendalikan keinginan kita, pasti kita bisa mengendalikan pengeluaran kita,” kata Safir Senduk.

pengelolaan keuangan untuk anak muda
Menurut Safir Senduk, kunci dalam mengelola keuangan adalah mengendalikan pengeluaran yang bersifat keinginan.

Jadi guys, kita perlu belajar mengendalikan keinginan kita. Kalau kita bisa mengendalikan keinginan, maka kita akan lebih terbantu dalam mengelola keuangan.

3. Gak Perlu Ribet, Sisihkan 10 – 20 % Penghasilanmu Untuk Investasi

Milenial itu biasanya tidak mau ribet. Terus gimana supaya bisa menabung/investasi tanpa ribet? Kata Safir, solusinya adalah milienial tidak perlu memikirkan hal-hal ribet, tetapi pastikan konsisten menabung 10 – 20% penghasilan setiap bulannya.

“Saran saya, tidak usah mikir yang terlalu ribet, tapi pikirkan bahwa Anda harus menabung minimal 10 atau 20% dari uang yang Anda dapatkan tiap bulan. Entah (uang) dari orang tua, pekerjaan sampingan. Sisanya mau dihabiskan terserah, lah wong dia udah nabung kok,” ujar Safir.

4. Kekayaan Itu dari Investasi

Ini penting guys. Kata Safir, kekayaan itu tidak ditentukan dari seberapa tinggi penghasilan bulanan kita. Kekayaan juga tidak dilihat dari tingginya karir seseorang. Kekayaan justru datang dari investasi yang kita lakukan.

“Nomor satu, kekayaan seseorang tidak dilihat dari besarnya gaji dia setiap bulan. Itu yang pertama. Kedua, kekayaan seseorang juga tidak dilihat dari tingginya karir dia. Yang ketiga, kekayaan seseorang juga tidak dilihat dari banyaknya tas mahal, handphone bagus yang dia punya. Kekayaan seseorang dilihat dari investasi yang dia punya. Makin banyak investasi yang dia punya makin baik. Itulah kenapa milenial perlu punya investasi,” ujar Safir.

Jadi, PR buat kita nih guysperlu memperbanyak investasi.

5. Mulai dari Sini Aja Dulu: Reksadana dan Emas

Oke, jadi harus mulai investasi dari sekarang nih. Terus investasi yang cocok buat anak muda, apa dong?

Menurut Safir, biasanya penghasilan milenial/anak muda itu belum seberapa besar. Selain itu, anak muda juga kerap diganggu pengeluaran dadakan. Kuncinya adalah milenial harus bisa memulai investasi dengan modal yang lebih terbatas (misal: beberapa ratus ribu Rupiah). Selain itu, investasi yang dipilih pun harus bersifat fleksibel, sehingga dana investasi bisa ditarik kapanpun dengan hasil yang lumayan bagus.

Safir menyarankan agar anak muda memulai investasi di reksadana dan emas.

Reksadana cocok untuk anak muda, karena lebih sederhana. Kita tinggal menitipkan dana kita pada perusahaan manajer investasi, lalu manajer investasi tersebut akan menempatkan dana kita di saham, deposito, dan lain sebagainya. Kita tinggal menerima laporannya. Ini cocok untuk milenial yang sibuk dengan kesehariannya (di kampus, di kantor, dan lainnya). Selain itu, investasi reksadana bisa dimasuki dengan modal hanya beberapa ratus ribu.

investasi yang cocok untuk anak muda
Safir Senduk menyarankan agar anak muda memulai dengan investasi yang bersifat murah dan fleksibel, seperti investasi emas dan reksadana.

Sementara itu, investasi emas yang disarankan oleh Safir adalah investasi emas batangan. Berinvestasi di emas akan membantu melindungi nilai uang kita dari gerusan inflasi.

Buat yang ingin memulai investasi emas, kalian bisa baca artikel Kanala yang berjudul: Mau Belajar Investasi Emas? Ini Panduan Investasi Emas Untuk Milenial

Kesimpulannya: Nikmati Hidup Boleh, Tapi Jangan Lupa Investasi

Intinya, kita para anak muda sah-sah saja menikmati hidup dengan gaya hidup ataupun menikmati experience. Hanya saja, jangan lupa tambahkan satu nilai lagi, yakni security. Kita juga perlu berinvestasi.

Untuk investasi sisihkan 10 – 20% penghasilan kita setiap bulannya. Buat anak muda, investasi yang cocok adalah emas dan reksadana. Jika tidak ingin ribet, kita bisa memulai dari dua metode investasi tadi.

Gimana guys, sudah tahu kan prinsip dan cara mengelola keuangan untuk anak muda? Mulai sekarang kalian tidak perlu khawatir lagi soal pengelolaan keuangan. Kalian juga bisa lho langganan artikel di Kanala.id. Nanti, Kanala akan kirimkan konten-konten inspiratif seputar investasi dan bisnis untuk anak muda ke email kalian. Jadi, yuk langganan artikel di Kanala.id.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here