Kamu sudah punya bisnis?

Atau kamu baru ingin memulai bisnis?

Masih bingung bagaimana cara mengelola keuangan usaha dengan baik? Apa saja yang harus diperhatikan dalam mengatur keuangan bisnis yang baru?

Nah kali ini Kanala akan bahas 5 cara mengatur keuangan usaha untuk pebisnis pemula. Cara-cara ini bisa diterapkan untuk membantumu mengelola keuangan bisnis dengan lebih efektif.

Rabu 30 Mei 2018 lalu Kanala berbincang dengan Safir Senduk, Perencana Keuangan dari Safir Senduk dan Rekan. Di kesempatan tersebut, Safir membagikan kiat-kiat pengelolaan keuangan untuk pebisnis pemula. Penasaran apa saja kiat dan cara pengelolaan keuangannya? Ini dia ulasan lengkapnya.

1. Wajib Siapkan Mental Dulu Sebelum Memulai Usaha

tips pengelolaan keuangan untuk pebisnis pemula
Menurut Safir Senduk, pebisnis pemula harus menyiapkan mental untuk menghadapi kondisi ketika belum ada customer di bulan-bulan awal.

Sebelum memulai bisnis, kita harus siapkan dulu mental. Mental yang dimaksud adalah mental dan kesiapan untuk menghadapi masalah-masalah yang muncul di awal bisnis. Salah satu masalahnya misal belum ada pembeli di bulan-bulan awal.

“Mental adalah bagaimana mindset dia (pebisnis) ketika menghadapi problem yang datang. Sikap dia ketika menghadapi belum ada customer yang beli produk dia,” kata Safir.

“Kuncinya adalah bagaimana sikap dia dalam menghadapi masa belum ada customer. Apakah dia sabar? Apakah dia mau mencari cara kreatif yang bisa dia lakukan?,” lanjut Safir.

Setelah mental siap, barulah kita pikirkan soal modal. Terus, modal apa saja yang perlu disiapkan dalam berbisnis? Bagaimana cara mengatur modal untuk awal bisnis? Berikutnya Safir kembali memberi saran, guys.

2. Fokuskan Pada Modal Kerja dan Modal Operasional

Menurut Safir Senduk nih guys, ada tiga jenis modal dalam menjalankan bisnis. Tiga modal itu antara lain:

  • Modal investasi awal, yaitu modal yang digunakan untuk mengawali sebuah bisnis. Contohnya: modal untuk beli meja, untuk beli rak, dan modal untuk tempat usaha.
  • Modal kerja. Untuk usaha dagang, modal kerja misalnya modal untuk beli stok barang dagangan. Kalau misalkan usaha jasa, maka modal untuk membiayai usaha jasa. Misalkan kalau untuk jasa makanan, maka modal kerja dipakai untuk membeli bahan makanan, bumbu, dan sebagainya.
  • Modal operasional, adalah uang yang dikeluarkan oleh pebisnis untuk membiayai operasional bisnisnya (misal: bayar gaji, tagihan listrik, air, dsb), terlepas ada customer atau tidak.

Saran Safir nih guys, sebaiknya kita berfokus dulu pada modal kerja, kemudian modal operasional, baru ke modal investasi awal. Kenapa? Sebab modal kerja adalah modal yang berputar.

“Pebisnis muda/pemula harus bersiap menghadapi masa belum ada customer selama bulan-bulan pertama. Untuk membayar pengeluaran operasional, perlu modal operasional. Saran saya sebaiknya siapkan dulu modal operasional. Besarnya sekitar 3 bulan ke depan. Makin panjang makin baik, misal 3 – 6 bulan,” kata Safir.

perencanaan keuangan untuk bisnis
Safir menyarankan agar pebisnis memfokuskan modalnya pada modal kerja dan modal operasional.

Jadi guys, fokusnya harus kita arahkan ke modal kerja dan operasional dulu, baru kemudian ke modal awal. Alhasil, uang, keuntungan usaha, ataupun pendapatan kita perlu dikelola untuk keberlanjutan modal kerja dan modal operasional.

3. Penting: Pisahkan Keuangan Bisnis dan Keuangan Pribadi

Saat memulai bisnis, segera pisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi guys. Tujuannya supaya kita lebih mudah dan tepat dalam mengelola keuangan. Jadi, mulai sekarang kalian bisa pisahkan antara rekening untuk bisnis dan rekening untuk keperluan pribadi kalian.

Selain itu kita tidak boleh tergoda memakai uang bisnis untuk keperluan pribadi kita. Meski bisnis sudah mulai menghasilkan, udah mulai banyak uang di laci/rekening, kita perlu menahan diri.

“Tahan dulu. Tahan dulu uang itu. Jangan dulu dipakai untuk kepentingan pribadi. Uang itu harus kita putarkan untuk pengeluaran usaha-usaha selama beberapa bulan ke depan. Untuk modal kerja beberapa bulan ke depan,” kata Safir.

Putar uang keuntungan bisnismu untuk menjadi modal kerja dan modal operasional. Di tahap awal bisnis, pebisnis harus lebih memprioritaskan pengembangan bisnisnya.

Lalu Safir juga memberi saran agar kita lebih bijak dalam mengelola keuntungan bisnis. Ketika bisnis sudah mulai menghasilkan keuntungan, maka investasikan sebagian besar keuntungan tersebut kepada bisnis kita lagi. Misalkan kita pakai untuk membiayai modal kerja dan modal operasional.

Hanya saja, kita juga boleh kok mengambil keuntungan untuk keuangan pribadi. Namun persentasenya jangan terlalu besar (maksimal di kisaran 30 %). Apalagi ketika di fase-fase awal berbisnis. Agar bisnisnya makin tumbuh, kita bisa investasikan sebagian besar keuntungan untuk pengembangan bisnis.

4. Kamu Wajib Tahu Tips Akuntansi Satu Ini

Meskipun bisnis kita masih di tahap awal, kita tetap perlu melakukan proses akuntansi. Prosesnya dikerjakan melalui pembukuan dulu. Jadi setiap kali ada transaksi, bukukan transaksi tersebut, kemudian lakukan proses akuntansinya.

“Kesalahan banyak pengusaha adalah mereka sering kali menyatukan proses akuntansi dan proses kasir. Jadi proses akuntansi dan kasir dilakukan oleh satu orang. Itu hati-hati. Kenapa? Karena itu bisa terjadi fraud atau korupsi. Ketika orang (kasir) pegang akuntansi, itu berbahaya. Dia bisa manipulasi akuntansi. Bedakan antara orang yang bertugas sebagai akuntan dan kasir di bisnis kita,” saran Safir.

“Dengan membedakan proses akuntansi dan proses kasir, maka kemungkinan fraud bisa dikurangi,” lanjut Safir.

5. 3 Tips Dalam Mengelola Utang Bisnis

Sebagian di antara kita mungkin juga ada yang berbisnis dengan menggunakan utang. Nah ini tips dari Safir Senduk untuk mengelola utang bisnis kita.

Pertama, fokuskan untuk modal kerja dan operasional.

“Tapi ingat, uang kita berputar di modal kerja. Uang kita juga kita butuhkan untuk membiayai operasional kalau kita belum dapat customer. Jadi kalau kita mendapat utangan, fokuslah di modal kerja dan modal operasional,” kata Safir.

Kedua, milikilah rencana kapan kita akan membayar utang.

“Milikilah rencana kapan kita akan membayar utang itu kembali. Contoh kita ambil utangan yang jangka waktunya dua tahun. Miliki rencana, kita akan bayar (utang tersebut) di bulan kedua, ketiga, sebesar sekian-sekian. Mungkin di bulan keenam bisa naik sekian-sekian. Kalau kita fokus pada rencana itu, maka secara bawah sadar biasanya pikiran kita akan mengikuti action apa yang harus kita lakukan untuk bayar utang,” lanjut Safir.

Ketiga, selalu catat sejauh mana saldo utang kita. Pastikan kita juga selalu memantau dan mencatat sejauh mana saldo utang kita. Jangan sampai kita lupa dan keenakan, malah lupa untuk mencicil utangnya.

Nah guys, itu dia 5 cara mengelola keuangan bisnis yang wajib diketahui oleh pebisnis pemula. Dengan menerapkan cara-cara pegelolaan keuangan tadi, kita pasti akan lebih terbantu dalam mengatur keuangan bisnis. Selain pengelolaan keuangan untuk bisnis, kamu sebagai pebisnis pun juga harus mengerti pengelolaan keuangan pribadi. Pelajari cara mengatur keuangan pribadi di artikel ini: Gak Perlu Bingung Lagi, Ini Cara Lengkap Mengatur Keuangan Untuk Anak Muda

Jadi mulai sekarang kamu sudah tahu dong apa yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan bisnismu. Semangat ya, sukses juga untuk bisnismu.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here