Hayo, siapa di sini yang sudah mulai berinvestasi?

Investasi memang banyak jenisnya guys. Salah satunya investasi emas. Nah buat yang penasaran dengan cara investasi emas, bisa baca artikel Kanala kali ini. Di artikel ini Kanala  membahas panduan berinvestasi emas untuk pemula, khususnya buat kita-kita yang masih muda dan millennials ini lho.

12 Mei 2018 lalu, Kanala berbincang dengan Deddy Yusuf Siregar, Analis Asia Trade Point Futures. Waktu itu, Kanala ngobrol soal investasi emas bersama Deddy. Nah, obrolan tadi akan Kanala share di artikel ini. Ini dia panduan investasi emas untuk pemula.

Kenapa Sih Perlu Investasi? 

Kalau kata Deddy nih guys, investasi itu sudah harus dipikirkan dari sekarang. Semakin cepat kita memulai semakin baik.

“Sudah harus dipikirkan dari sekarang. Karena apa? Karena kita jangan cuma berpikir dari gaji kita nih, kita menyisihkan untuk keperluan sehari-hari. Bagaimana kalau dari gaji (penghasilan) kita itu, kita sisihkan untuk investasi emas. Karena investasi emas itu inflation gatekeeper. Artinya investasi yang aman dari inflasi, aman untuk jangka panjang,” kata Deddy.

Deddy Yusuf Siregar
Menurut Deddy Yusuf Siregar, investasi emas bertujuan untuk melindungi nilai uang kita dari inflasi. Investasi emas cocok untuk jangka panjang. Deddy Yusuf Siregar, analis dari Asia Trade Point Futures.

Kalian pasti sudah tahu dong tentang inflasi. Itu lho kondisi ketika harga barang terus-terusan meningkat dan berlanjut. Misalnya, 5 tahun lalu harga sebuah rumah adalah 100 juta. Eh ternyata, sekarang harga rumah dengan tipe yang sama sudah jadi 300 juta. Kalau kamu perhatikan, pasti banyak deh barang-barang yang dulunya lebih murah, sekarang harganya sudah naik.

Nah, investasi bisa melindungi nilai uang kita supaya tidak tergerus inflasi.

Mengapa Memilih Investasi Emas?

Kan investasi banyak tuh, ada saham, reksadana, obligasi, ada properti, dan banyak lagi. Lantas, kenapa kita memilih investasi emas?

Ternyata ada beberapa keunggulan jika berinvestasi dalam bentuk emas. Ini nih beberapa keunggulan berinvestasi emas.

Yang pertama, emas itu mudah dicairkan. Jadi, ketika sewaktu-waktu kamu butuh uang, kamu bisa dengan mudah menjual emas yang kamu miliki.

“Artinya kan, bisa kita bawa-bawa. Kalau gak punya uang bisa kita jual. Likuidlah, mau jual beli juga gampang,” kata Deddy.

Yang keduarisiko kerugian yang rendah. Risiko investasi emas lebih rendah dibanding investasi di bidang lain, seperti misalkan di saham. Meskipun risikonya rendah, berinvestasi di emas lebih menguntungkan dibanding menabung. Kenapa? Sebab tabungan kita bisa tergerus inflasi guys. Kalau investasi emas justru melindungi kita dari inflasi.

Yang ketiga, bisa dimulai dengan modal yang kecil. Salah satu perhatian para milenial adalah memulai investasi dengan modal kecil. Nah untuk mulai investasi emas, kita bisa mulai dengan membeli yang kecil (misal satu, dua, atau tiga gram) dulu. Misal, pada 31 Mei 2018, harga 1 gram emas logam mulia Antam (Aneka Tambang) adalah 653.000 Rupiah. Artinya, jika kita bisa rutin menyisihkan lebih kurang 600 ribu setiap bulan (di tahun 2018 ya), kita bisa menabung emas secara rutin.

Data harga emas pada 1 Juni 2018. Mengacu pada data 31 Mei 2018, harga 1 gram emas Antam adalah 653 ribu Rupiah. Sumber data: Harga-Emas.org.

Apalagi sekarang sudah ada banyak cara alternatif untuk berinvestasi emas. Misalkan kita juga bisa ikut program tabungan emas di Pegadaian. Selain itu, kita juga bisa membeli emas dengan cara mencicil. Bahkan beberapa web di internet pun mulai menyediakan layanan jual beli emas online, salah satunya: BukaEmas dari BukaLapak. 

Layanan BukaEmas dari BukaLapak.com.

Selain itu, investasi emas juga untuk mendiversifikasi portofolio investasi kalian guys. Meski kalian sudah punya deposito, reksadana, saham, atau properti, tak ada salahnya kalian juga menyisihkan sebagian dana investasi di emas.

Gimana, udah nggak sabar ingin memulai investasi emas? Ini dia langkah-langkah untuk berinvestasi emas.

Langkah 1: Siapkan Dana dan Ketahui Karakter Kita

Sebelum memulai investasi emas, setidaknya ada dua hal yang perlu kita siapkan guys. Kata Deddy Siregar, dua hal itu antara lain: dana untuk investasi dan ketahui dulu kita tipe investor seperti apa.

“Yang pertama pasti dana. Kedua kita lihat, apakah karakter kita cocok nggak untuk transaksi di emas. Apakah kita yang agresif? Yang hanya memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan. Atau moderat? Untuk investasi jangka panjang, jangka menengah. Atau justru (kita) konservatif? Ya udah deh saya butuh untuk jangka panjang, saya beli emas batangan, saya simpan untuk jangka panjang,” kata Deddy.

Jadi, berkaitan juga dengan karakter kita guys. Kalau kita termasuk yang agresif, siap dengan risiko tinggi, maka kita bisa mencoba trading emas. Hanya saja, kalau kita moderat atau bahkan konservatif, kita bisa memilih berinvestasi di emas batangan.

Langkah 2: Pilih Bentuk Emas yang Akan Jadi Sarana Investasi

emas batangan edisi imlek.
Contoh emas batangan tematik dengan tema imlek. Sumber gambar: LogamMulia.com.

Deddy juga menyarankan agar anak muda (milenial) mencoba dari emas batangan.

“Kalau saran saya, kita coba dulu deh ke emas batangan. Dari situ kita belajar, dampaknya terhadap ekonomi, emas menguat karena faktor apa, faktor ekonomi, politik, dari situ kita bisa tahu. Karena saya tahu, anak sekarang banyak ingin tahunya,” lanjut Deddy.

Intinya, emas batangan bisa menjadi sarana yang tepat untuk memulai investasi emas. Sambil memulai, sambil kita belajar juga tentang dunia investasi dan ekonomi guys.

Selain emas batangan, ada tipe emas lain, misalnya: emas perhiasan dan koin emas. Kalau perhiasan, bisa kita pakai dan bisa kita bawa-bawa.

Tapi sekarang makin asik guys. Soalnya emas juga bisa dicetak dalam bentuk tematik, seperti misal: emas bertema batik, emas bertema tahun baru imlek, dan banyak lagi. Wih makin lucu-lucu ya.

emas batangan tema batik.
Emas batangan dengan tema batik. Sumber gambar: LogamMulia.com.

Langkah 3: Cek Harga Emas, Lalu Beli Deh

Berikutnya kalian bisa segera membeli emas guys. Membeli emas bisa dilakukan di berbagai tempat, bisa di toko emas, bisa di Pegadaian, bisa beli langsung di outlet Antam, bahkan bisa beli secara online lho.

Membeli emasnya pun bisa disesuaikan dengan dana yang kalian miliki. Jika kalian punya dana yang mencukupi, kalian bisa beli secara cash. Tapi kalau kalian dananya tidak mencukupi, kalian juga bisa membeli emas dengan mencicil. Pegadaian menyediakan program beli emas secara cicilan. Jadi, ketika kalian membeli emas, kalian cukup membayar uang muka terlebih dahulu, lalu sisanya bisa kalian cicil setiap bulan.

Atau kalian juga beli emas secara online. Menariknya, beli emas secara online juga bisa dilakukan dengan mencicil. Hanya saja, ketika beli emas, pastikan kalian membelinya di tempat terpercaya ya. Cek betul track record dan profil penjual emas. Kalau mau aman, kalian bisa beli emas di tempat-tempat resmi (seperti di outlet Antam, Pegadaian, atau penjual emas terpercaya).

Ini tips membeli emas yang penting banget: beli emas batangan dalam jumlah yang kecil-kecil. Daripada membeli emas dalam jumlah yang besar (misal: 50 gram), lebih baik kalian pecah-pecah emasnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Misal kalian bisa beli 3 emas batangan ukuran 10 gram dan 4 emas batangan ukuran 5 gram. Totalnya sama-sama 50 gram. Dengan menerapkan cara ini, kalian akan lebih mudah saat menjual emasnya. Kalau suatu saat kalian butuh dana, kalian tidak harus menjual seluruh emasnya. Kalian cukup jual emas yang ukurannya sesuai dana yang kalian butuhkan.

Langkah 4: Pikirkan Juga Soal Penyimpanan

Setelah membeli emas, pikirkan juga soal penyimpanan emas. Pastikan kalian menyimpan emas di tempat yang aman. Misalkan kalian bisa simpan emasnya memakai safe deposit box di bank. Atau kalian juga bisa titipkan emasnya di Pegadaian. Hanya saja, untuk titip emas, tentu ada biaya yang perlu kita perhitungkan.

Selain itu, jumlah emas juga jadi pertimbangan. Makin besar jumlah emas yang kita miliki (misal: 1 kg), tentu kita butuh tempat penyimpanan yang lebih aman. Tapi kalau baru 1 gram, masa sih perlu safe deposit box?

Langkah 5: Ketahui Kapan Sebaiknya Emas Dijual

Oke, jadi kita sudah mulai menabung emas, kita juga sudah punya emas nih, terus kapan saat untuk menjualnya? 

Saran dari Deddy Siregar nih, kembali kepada tujuan kita berinvestasi emas. Jika tujuannya untuk jangka panjang, maka sebaiknya emas tetap kita simpan. Emas tersebut baru kita jual ketika kita butuh dananya.

Namun jika tertarik untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga emas secara tahunan, kita bisa menjual emas ketika harga sedang tinggi. Jadi kita membeli saat emas sedang turun harganya, lalu kita jual saat harga emas sedang tinggi.

Baca juga: Yuk Ketahui 3 Faktor Penyebab Perubahan Harga Emas

“Tetapi kalau kita bicara untuk jangka panjang, ya memang anytime simpan itu emas silakan saja,” pungkas Deddy Siregar.

Nah guys, itu dia langkah-langkah berinvestasi emas untuk para pemula. Jadi, buat kalian para millennials, penting banget untuk mulai berinvestasi. Gaya hidup dan menikmati momen (experience) boleh-boleh saja, tapi jangan lupa soal investasi demi masa depan. Salah satunya kalian bisa memulai dengan investasi emas.

Gimana, kalian punya pengalaman dan cerita seputar investasi emas? Yuk sampaikan cerita kalian di kolom komentar ya. Jangan lupa untuk daftarkan email kalian untuk langganan artikel di Kanala.id. Nanti kalian akan dapat update konten-konten inspiratif seputar investasi untuk milenial dari Kanala.id.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here