Kamu baru pertama kali memulai bisnis?

Atau kamu ingin segera memulai bisnis, tetapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, kali ini Kanala akan bahas panduan memulai bisnis untuk anak muda. Di artikel ini kita bahas 9 panduan yang memandumu memulai bisnis pertama.

Panduan ini berisi 9 pertanyaan yang biasanya sering ditanyakan ketika kita baru memulai usaha. Dengan mengikuti 9 panduan berikut, kamu akan lebih terbantu untuk memulai usaha.

Oh iya, panduan-panduan ini adalah hasil obrolan Kanala dengan Yodhia Antariksa, seorang pelaku bisnis online dan konsultan manajemen dari StrategiManajemen.net. Pengalaman Yodhia membangun bisnis online dapat kamu baca juga di artikel ini: Bagaimana Cara Membuat Blog dengan 430 Ribu Pengunjung Bulanan dan 80 Ribu Pengikut?

Awal Mei 2018 lalu, Kanala berbincang dengan Yodhia. Nah hasil obrolan itulah yang akan Kanala bagikan di artikel berikut.

Panduan 1: Cara Mendapatkan Ide Bisnis

Langkah pertama tentu menemukan ide bisnis. Kalau kata Yodhia nih, untuk mendapatkan ide bisnis kita harus banyak eksplorasi, banyak googling untuk mencari ide bisnis yang tepat.

“Di Google kan semua sudah ada jawabannya. Jadi beli (dan baca) buku, kan banyak. Terus ya dicoba aja. Jangan terlalu banyak nanya. Jadi saya dulu bisnis kaos, langsung aja, just do itJust do it aja, jangan banyak pertimbangan,”.

Sehabis kita eksplorasi, nanti akan muncul banyak ide. Nah kita tinggal pilih deh salah satu ide yang paling menarik.

Selain itu, kita juga bisa memulai bisnis di bidang yang berkaitan dengan hobi kita.

“Yang kedua, dari hobi. Kalau kamu hobi main games, bisa jualan produk-produk games. Kamu hobi main basket, ya kalau bisa jual sepatu basket. Cocoklah. Kamu hobi travelling, kalau bisa bikin jasa tour. Itu lebih bagus lagi,” lanjut Yodhia.

Panduan 2: Cara Mengetahui Potensi Ide Bisnis

Habis dapat ide, kadang kita bertanya-tanya nih. Kira-kira ide bisnis kita menarik gak ya? Bakal laku nggak ya produknya?

Nah ada kok guys cara mencari tahu potensi ide bisnis kita. Kita bisa mencari tahu apakah produk kita akan diminati pasar atau tidak. Dua cara sederhana yang bisa kita gunakan misalnya:

  • Tanyakan ke target pasar.
  • Lihat apakah ada pesaing/kompetitornya.

“Ditanyakan aja, dicek, melalui survei online, atau bahkan nanya beberapa orang langsung. Atau bahkan sekarang di Twitter/medsos, ada polling. Tanyakan aja, kalau saya jualan ini, Anda mau nggak?,” lanjut Yodhia.

Tuh guys, jadi kita juga bisa riset pasar dengan bertanya ke orang-orang yang sesuai sama target pasar produk/bisnis kita. Bisa tanya langsung, bisa juga manfaatin fitur-fitur di media sosial.

Yodhia Antariksa ketika berbincang dengan Kanala.id tentang memulai bisnis dengan mudah dan praktis.

Cara berikutnya, kalian juga bisa lihat pesaing/kompetitor.

“Cara yang mudah ini. Kamu lihat ada pesaing lain gak? Pesaing itu jualan produk yang sama, laku nggak? Gitu lho. Kalau laku, itu tandanya bagus (ada permintaan pasar).”

Panduan 3: Gimana Cara Memulai Bisnis dengan Modal Kecil?

Nah ini juga sering banget ditanyakan. Gimana sih cara memulai bisnis dengan modal kecil?

Salah satu solusi memulai bisnis dengan modal kecil adalah pakai cara dropshipping. Dropshipping adalah praktik jual beli di mana kita sebagai penjual nggak perlu menyimpan stok barang. Jadi ketika ada yang pesan produk ke kita, kita akan pesan produk ke pihak supplier (penyedia barang). Nah oleh si supplier, produk tadi akan dikirimkan langsung ke pembeli. Jadi kita tidak perlu berurusan dengan pengelolaan stok dan pengiriman barang.

“Misalnya saya kemarin jualan madu, saya gak pakai modal. Jadi saya nyari pembeli dulu, kalau pembeli sudah beli dan transfer, baru saya belikan barangnya. Nah kalau kayak gitu, gak pakai modal. Misalnya saya beli madu 30 ribu, saya jual 70 ribu. Dan saya membeli gak usah pakai modal. Saya baru beli ke supplier, kalau pembelinya sudah ada. Itu kan Anda bisnis tanpa modal,” sambung Yodhia.

 

Panduan 4: Bagaimana Cara Merekrut Tim Untuk Bisnis?

situs fiverr.com.
Situs Fiverr.com, salah satu situs yang dapat kita gunakan untuk mencari freelancer.

Dalam bisnis kita pasti membutuhkan tim. Nah untuk merekrut tim, salah satu solusi yang bisa kita gunakan adalah memanfaatkan freelancer. Apalagi jika bisnis/produk yang kita kerjakan tidak mengharuskan kehadiran karyawan tetap.

“Kalau saya memanfaatkan freelancing ya. Misalnya untuk desain kaos, saya tidak menyewa tim. Desainernya freelance, (produksi) kaosnya outsourcing. Itu kan bisnis model sekarang. Kamu tidak harus hire orang untuk digaji, mahal. Waktu itu saya cuma punya satu staf untuk packing aja, murahlah, tapi untuk desainer, untuk yang bikin kaos, jasa SEO, semua itu ada freelancer,” kata Yodhia.

Untuk mencari freelancer, kamu bisa gunakan situs-situs penyedia jasa freelancer yang banyak tersebar di internet. Misalnya: Sribulancer, Projects.co.id, Freelancer.com, Fiverr.com, dan banyak lagi.

Panduan 5: Buat yang Mau Jualan, Ini Cara Mendapatkan Supplier Produk

Nah buat kamu yang mau mencoba jualan nih, atau yang mau jualan online, kamu pasti butuh supplier (pemasok) produk. Salah satu cara mencari supplier yang bisa kamu gunakan adalah mencari melalui situs jual beli online, seperti misalnya di Tokopedia.

“Kamu ke Tokopedia. Kamu misalnya mau cari supplier arloji, cari tuh supplier yang penjualannya paling banyak dan menerima dropshipper,” kata Yodhia.

Kata Yodhia, ini beberapa kriteria dalam memilih supplier.

  1. Cek supplier dengan penjualan yang banyak. “Kalau jualannya sudah banyak, berarti dia (supplier) itu andal, trusted” ujar Yodhia.
  2. Pilih supplier yang lokasinya sama/dekat dengan tempat kita.
  3. Pilih supplier yang harga produknya murah.

Jadi memang perlu banyak-banyak eksplorasi, guys.

Tokopedia.com juga bisa kamu pakai kalau ingin mencari supplier.

Panduan 6: Ini Nih Cara Sederhana Menetapkan Harga Produk

Terus kadang kita juga bingung nih gimana menentukan harga produk. Nah Yodhia punya tiga tips dalam menentukan harga produk. Ini nih tipsnya.

Pertama, bisa menyamakan harga dengan pesaing. Kata Yodhia, kita bisa menggunakan harga yang mirip/sama, atau bahkan lebih murah dibanding pesaing kita. Contoh, kalau kompetitor jual produk (misal: kaos) seharga 45 ribu, kita juga bisa jual seharga 45 ribu.

Kedua, bisa juga dengan mengacu pada value produk kita. Makin tinggi value yang dihadirkan oleh produk kita, maka kita bisa memasang harga yang makin tinggi. Value ini biasanya berkaitan dengan nilai tambah yang diberikan oleh produk kita.

Ketiga, bisa juga sesuai positioning produk kita. Nah kalau produk kita positioning-nya produk berkelas/mahal, maka harga produk bisa kita bikin sekalian mahal.

“Kita mau branding produk kita mahal nggak? Kalau positioning-nya mahal, dibikin mahal sekalian. Jadi bisa dari valuepositioning, dan juga bisa lihat harga pesaing,” ujar Yodhia.

Panduan 7: Cara Membangun Networking Untuk Pebisnis Pemula

Yang namanya bisnis pasti butuh koneksi, butuh networking. Nah buat kita yang baru memulai, ada nih tips untuk membangun koneksi dengan pebisnis-pebisnis lain.

Tips pertama adalah kita perlu ikut komunitas. Misal komunitas di grup-grup Facebook. Kita bisa cari grup-grup Facebook yang relevan dengan bisnis kita, terus gabung deh di grup tersebut. Ikuti dan bangun interaksi di sana.

Kedua, bisa juga dengan punya mentor. Menurut Yodhia, kalau kita sering ikut komunitas, maka kita juga bisa mendapatkan mentor. Jika ada yang bisa membimbing, kita bisa belajar dari mentor/senior tersebut.

Tips lain nih guys, kalian juga bisa membangun koneksi lewat media sosial. Misalkan kalau kalian aktif di Instagram, kalian bisa follow akun-akun Instagram yang relevan dengan bidang bisnis/bidang ketertarikan kalian. Contoh, kalau kalian punya bisnis jasa fotografi, maka bisa follow tuh akun-akun fotografer, akun event organizer, akun studio, pekerja kreatif, dan lainnya. Nah dari sana, kalian bisa mendapatkan akses ke koneksi-koneksi yang berkaitan dengan bisnis kalian.

Panduan 8: Cara Memasarkan Produk/Bisnis Baru

Untuk bisnis baru, cara paling mudah adalah mulai memanfaatkan media sosial. Termasuk juga bisa dengan beriklan, seperti misal di Facebook, Instagram, atau di Google.

“Jangan segan-segan untuk keluarkan budget promosi. Atau kalau tidak ada budget promosi, manfaatkan cara-cara kreatif. Contoh kalau saya, nulis (buat konten) di Twitter, kan itu gratis. Followers saya nambah terus, dari situ saya bisa promosi produk-produk saya dengan gratis,” saran Yodhia.

Kalau menurut Yodhia nih, bisnis apapun (termasuk bisnis offline) juga perlu memanfaatkan internet untuk promosi. Bisnis kita perlu eksis di internet, misal punya akun Instagram. Kalau kita bisnis kuliner, distro, cafe, perlu banget nih punya akun Instagram.

Baca juga

Panduan 9: Menghindari Kegagalan Bisnis di Tahun Awal

Sebagai pebisnis, tentu kita nggak mau dong gagal. Terus, gimana dong menghindari kegagalan di tahun-tahun awal kita berbisnis?

Kalau kata Yodhia, ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah bisnis gagal.

Pertama, produknya tidak diminati oleh pasar/tidak dibutuhkan konsumen. Nah solusi untuk hal ini adalah kita perlu tahu betul apa yang disukai dan dibutuhkan oleh konsumen. Untuk itulah, saat bikin bisnis, kita harus tahu dulu apa yang dibutuhkan oleh konsumen/customer. Riset dulu, tanya dulu, pahami dulu customer-nya.

Kedua, promosi tidak kreatif.

“Penting ini, ketika mau jualan, jangan merasa ujug-ujug orang mau beli. Harus tahu tentang customer journey,” lanjut Yodhia.

Jadi guys, customer journey itu proses yang dilalui customer sebelum membeli produk kita.   Sebelum membeli produk kita, customer akan melalui proses, misalkan mereka tahu dulu tentang bisnis kita, mereka follow dulu akun media sosial kita, ikuti konten-konten kita, baru kemudian setelah yakin, mereka cek penawaran kita, baru akhirnya beli.

Nah untuk membujuk supaya orang mau beli tadi, kita butuh cara-cara kreatif untuk promosi. Tentu tiap bisnis punya customer journey yang berbeda, untuk itu sebagai pebisnis kita harus paham dulu customer journey di bidang bisnis kita. Dari sana baru deh kita kembangkan strategi promosi yang kreatif dan sesuai.

Menurut Yodhia, seorang pebisnis harus mengerti tentang customer journey di bisnisnya. Perlu kreatif dalam berpromosi.

Penyebab bisnis gagal yang ketiga: tidak gigih.

“Tidak gigih mencari solusi, tidak tekun, mudah menyerah, itu,” pungkas Yodhia tentang fenomena banyak bisnis yang gagal di tahun-tahun awal.

Jadi guys, kalau kita rangkum, tiga tips menghindari kegagalan bisnis antara lain:

  • pastikan kita membuat produk/jasa yang memang dibutuhkan customer,
  • kreatif dalam berpromosi,
  • tekun dan gigih dalam mencari solusi.

Nah guys, itulah 9 pertanyaan yang biasanya sering banget ditanyakan oleh mereka yang baru memulai bisnis. Selamat mencoba membangun bisnis kalian, semoga sukses.

Kalau kalian punya pertanyaan lain seputar bisnis, kalian boleh kok kirim pertanyaannya ke Instagram/Facebook Kanala. Boleh juga kalian share pertanyaannya di kolom komentar. Nanti pertanyaan-pertanyaan kalian juga bakal Kanala bahas dalam serial artikel bisnis lainnya.

Oh iya, kalau kalian suka dengan konten-konten seputar bisnis dari Kanala, yuk daftarkan email kalian untuk langganan artikel. Nantinya kalian akan dapat pemberitahuan konten terbaru dari Kanala dua kali dalam seminggu. Konten-konten Kanala pasti bisa jadi sumber inspirasi untuk keberhasilan bisnis kalian.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here