Istrinya menangis, “Mau makan apa nanti kita?” Sang istri tidak habis pikir dengan keputusan sang suami.

Bagaimana tidak, gaji senilai lebih dari $2000 per bulan, biaya kesehatan gratis, biaya pendidikan gratis untuk anak, beserta tunjangan, ia tinggalkan. Ia lakukan semua itu demi mengejar impiannya menjadi seorang fulltime blogger. 

Lelaki itu bernama Herman Yudiono. Seorang lulusan Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2003. Ia sudah bekerja di sebuah perusahaan tambang nikel di Soroako sejak 2005. Namun pada 2011, ia tinggalkan pekerjaan sebagai Chemist itu. Ia bertekad mengejar mimpinya untuk menjadi seorang fulltime blogger.

Kini mimpi itu terbayar. Kesehariannya amat menyenangkan. Bisa bekerja secara fleksibel, punya bisnis sendiri, dan pastinya bekerja sesuai passion-nya. Ketika ditanya apakah ia bahagia, tanpa ragu Herman menjawab dia bahagia.

“Yup, saya bahagia dengan keputusan tersebut dan menikmatinya. Kalau jadi fulltime blogger itu tidak terikat. Kadang saya kerja di pagi, siang, sore, dan malam. Kapan saja saya mau kerja. Perihal tempatnya, saya punya ruang kerja khusus. Saya ambil satu kamar di rumah kosan yang saya bangun bareng istri saya,” ungkap Herman.

Dalam salah satu tulisannya, Herman pernah menyebut bahwa lima tahun usai menjadi fulltime blogger, ia total sudah mendapatkan hampir 1 miliar Rupiah.

Dalam artikel ini, Kanala akan membagikan kisah perjalanan Herman Yudiono. Minggu kedua Mei 2018, Herman Yudiono berkenan membagi ceritanya pada Kanala.

Dunianya Sempat Gelap Ketika Sumber Penghasilan Utama Menghilang

fulltime blogger Herman Yudiono
Herman Yudiono, fulltime blogger pemilik Blogodolar.com. Sumber foto: Blogodolar.com.

Perjalanan untuk sukses memang tidak mudah. Lika-liku proses sudah dijalani oleh Herman Yudiono. Mulai dari tidak mudahnya proses belajar, blog diplagiat oleh blogger lain, hingga kehilangan sumber penghasilan utama.

Herman Yudiono pertama kali mengenal blog pada tahun 2008. Ketika itu ia sedang mencari nama teman kuliahnya di Google. Ketika itu, temannya sedang kuliah di Jepang. Ia pun menjumpai blog miliki si teman tadi.

“Saya masuk ke blog kawan saya tersebut yang dibuat di WordPress gratisan (WordPress.com). Setelah saya baca beberapa postingannya (yang bercerita tentang keseharian dia di Jepang), saya tertarik juga untuk membuat blog di WordPress gratisan,” ujarnya.

“Saya pun membuat blog gratisan di WordPress. Isinya diawali dengan puisi-puisi yang saya buat secara serampangan, cerita-cerita lucu kiriman rekan kerja melalui email perusahaan, dan berita hangat waktu itu,” lanjut Herman.

Di tahun 2009, lelaki yang akrab disapa Kang Yudiono ini mulai berhasil mengais dollar dari blog miliknya. Maka pada tahun itu pulalah Herman membuat sebuah blog bernama Blogodolar. Melalui blog tersebut, Herman menuliskan pengalamannya menghasilkan uang dari blog. Ia menulis tentang SEO (Search Engine Optimization), tutorial blog, monetisasi blog, tips menulis, dan berbagai hal seputar blogging.

situs blogodolar.com
Situs Blogodolar.com. Blog tempat Herman berbagi pengalamannya sebagai seorang fulltime blogger.

Jika menyilik data dari SimilarWeb.com, pada April 2018 trafik Blogodolar ada di angka 100 ribu kunjungan per bulan.

Trafik Blogodolar.com pada April 2018. (Sumber: SimilarWeb.com).

Hingga Mei 2018, Herman Yudiono memiliki total 16 blog, terdiri dari 10 blog berbahasa Inggris dan 6 blog berbahasa Indonesia. Blog-blog inilah yang menjadi sumber pendapatan dan sekaligus bisnis milik Herman. Beberapa contoh blog berbahasa Indonesia milik Kang Yudiono antara lain:

Belasan blog miliknya ia monetisasi dengan program Google AdSense, iklan MGID, dan program afiliasi Amazon. Cara-cara monetisasi itulah yang menjadi sumber penghasilan Herman Yudiono.

Herman masih ingat betul saat ia baru pertama kali belajar tentang blog. Ketika itu belajar secara otodidak.

“Saya belajar secara otodidak. Mungkin berbeda dengan orang lain yang banyak belajar di KasKus dan Adsense Id, saya belajar seputar blogging di blog-blog luar negeri seperti Problogger, Daily Blog Tips, dan Niche Pursuits.

Plus, saya juga dibantu rekan kerja saya yang cukup mahir WordPress. Saya masih ingat, oleh kawan tersebut (yang sekarang menjadi Kepala Lab di tempat kerja saya dulu), saya diajari cara menggunakan plugin All in One SEO Pack dan Related Posts.”

Ia juga belajar dari buku-buku yang dibeli secara online. Namun ketika itu ia masih tinggal di Soroako, Sulawesi Selatan. Alhasil buku yang ia beli baru tiba setelah dua minggu.

Situs DuniaKaryawan.com, salah satu blog milik Herman Yudiono.

Perjalanan sebagai seorang blogger juga tidak mudah. Herman ingat momen ketika ia baru keluar dari perusahaan. Ketika itu penghasilan-nya dari blog masih di angka 4 juta Rupiah per bulan. Cobaan datang menghampiri. Waktu itu akun Google AdSense miliknya dinonaktifkan.

“Tiga bulan setelah keluar pekerjaan, akun Google AdSense saya dinonaktifkan walaupun saya tidak melakukan kecurangan. Penghasilan bulanan Rp 4 juta dari periklanan milik Google tersebut lenyap. Padahal, uang sebesar itu merupakan penghasilan utama saya sebagai full time blogger,” ungkapnya.

Mau tidak mau, Herman mencari solusi lain untuk mengatasi masalah tersebut. Ia pun mencoba berbagai program monetisasi blog lainnya. Meskipun akhirnya ia berhasil memiliki lagi akun Google AdSense yang baru dengan memakai nama salah seorang temannya.

Terkait duka lainnya, Herman menyebut bahwa blognya pernah diplagiat oleh orang lain. Selain itu, blog berbahasa Inggrisnya terkena algoritma Penguin (salah satu algoritma mesin pencari Google). Ketika sebuah blog terdampak algoritma Google Penguin tadi, trafik (jumlah pengunjung) blog tersebut biasanya akan menurun drastis. Trafik menurun otomatis akan berimbas pada menurunnya penghasilan sang blogger.

Saya Sudah Bosan Kerja, Saya Sudah Low Battery

11 Oktober 2011, hari itu tidak akan pernah dilupakan Herman Yudiono. Di hari itu jugalah ia resmi keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Sebuah pilihan yang tidak ia sesali, justru ia bahagia dengan pilihan tersebut. Meski pada awalnya proses keluar tersebut cukup alot. Atasannya tak langsung setuju, istri pun tak setuju.

Herman masih ingat betul kata-kata atasan-nya.

“Atasan saya sih nantilah, nantilah bulan Januari, supaya kamu dapet penilaian akhir, uang bonus, dan lain-lain.”

“Ah jangan terlalu lama Pak. Jangan terlalu lama menunggu.”

“Atasan bilang terserah kamu sekarang deh. Saya arahkan dulu ke manajer departemen. Beberapa hari kemudian, keluar keputusan. Udah akhirnya saya resmi resign (keluar). Catatannya ya itu, semua bonus-bonus akhir tahun saya gak dikasih. Cuma (saya) nggak apa-apa,” lanjut Herman.

Akhirnya ia resmi keluar dari perusahaannya. Plus ia juga keluar dengan tanggungan utang sebesar 98 juta Rupiah pada perusahaan.

Herman Yudiono. Sumber: Instagram Pribadi Herman Yudiono.

Mengapa tidak jadi blogger paruh waktu sambil tetap bekerja di perusahaan tambang itu?

“Karena saya sudah tidak mau lagi menjadi karyawan. Saya ingin menjadi full time blogger dan mengikuti passion saya dalam menulis dan berwirausaha. Saya bosan menjadi karyawan. Saya sudah tidak memiliki motivasi kerja. Saya sudah low battery.”

Passion Herman memang di menulis. Sedari SMP, Herman sudah keranjingan menulis.

“Ya, saya memang hobi menulis. Hobi tersebut muncul ketika saya kelas 3 SMP (tahun 1993). Dipicu sering membaca koran Pikiran Rakyat bekas untuk pembungkus belanjaan ketika saya menjaga warung nenek saya.

Saat itu, dengan menggunakan mesin ketik hadiah dari bapak saya, saya menulis puisi dan sejumlah artikel untuk rubrik Wartawan Kecil Menulis di Pikiran Rakyat Minggu. Dua puisi saya dan satu artikel saya (judulnya Kegiatan Karang Taruna di Desaku) diterbitkan oleh koran yang berlokasi di Bandung tersebut. Saya masih ingat, honor puisi adalah Rp 10.000 sementara honor artikel Rp 30.000,” kenang lelaki beranak dua ini.

Selepas pengunduran diri, prosesnya pun tetap tidak mudah. Ia pernah merasakan post power syndrome. Sempat terbesit pikiran untuk kembali ke Jawa, ke Sumedang.

“Ya pertama, post power syndrome. Yang dulunya karyawan, terus keluar, terus melihat teman-teman lain kerja gitu kan, nah itu gimana gitu. Ha..ha..ha. Kedua tidak ada teman, untuk ngobrol apa gitu. Karena teman saya yang blogger lain itu sibuk. Ketiga, internet di sana (Soroako) juga aduh, ampun-ampunan,” kata Herman dengan logat Sunda-nya yang cukup kental.

Ia beserta keluarga pun tetap menetap di Soroako selama satu tahun. Hingga akhirnya mereka pindah ke Makassar. Kini Herman dan keluarga pun menetap di Makassar.

Langkah-Langkah Menjadi Blogger Sukses

Untuk membangun sebuah blog sukses, langkah pertama dimulai dengan menemukan ide blog. Herman punya kiat sendiri dalam memilih ide untuk blog.

“Untuk blog-blog bahasa Indonesia saya, topik atau niche-nya berasal dari apa yang saya sukai (blogging untuk Blogodolar), yang ingin saya kuasai (bahasa Inggris untuk TipsBelajarBahasaInggris.com), dan pengalaman saya (DuniaKaryawan.com).”

“Sementara itu, untuk blog-blog luar negeri, kriteria niche-nya adalah keyword (kata kunci) yang rendah persaingan. Bisa apa saja seperti peralatan rumah tangga, sepeda, sofa, pemanas air, dan sebagainya. Alasannya, supaya sedikit saingannya sehingga relatif mudah menembus halaman 1 Google,” ungkap Herman.

Untuk mengetahui tingkat persaingan suatu kata kunci di Google, blogger dapat menggunakan tool Google Keyword Planner. (Cek juga artikel ini: Cara Riset Ide Konten Pakai Google Keyword Planner.)

Setelah mendapatkan ide untuk blog, menurut Herman, langkah berikutnya adalah mulai membuat blog. Herman menyarankan agar para blogger menggunakan software blog WordPress, serta memakai hosting dan domain sendiri.

Usai blog jadi, berikutnya adalah mulai mengisi blog tersebut dengan konten-konten menarik. Untuk tahap awal, Herman menyarankan agar blog berisi setidaknya 7 – 10 artikel. Jika target tersebut sudah tercapai, barulah jumlah artikel ditambah hingga di atas 20.

Untuk urusan pembuatan konten blog, Herman menulis sendiri dan dibantu para freelancer.   Untuk Blogodolar, ia tetap konsisten menulis konten sendiri. Sementara itu, untuk blog-blog lainnya ia juga memanfaatkan bantuan para freelancer. Herman merekrut penulis lepas melalui situs-situs pekerja lepas yang banyak tersedia di internet. Salah satu situs yang ia gunakan adalah situs iWriter.com.

Setelah blog terisi konten, maka upaya promosi dan mendatangkan trafik pun wajib dilakukan. Sebab trafiklah yang menjadi “nyawa” penentu penghasilan seorang blogger. Semakin tinggi trafik suatu blog, maka akan berimbas pada makin besarnya penghasilan seorang blogger. Untuk mendatangkan trafik blognya, Herman Yudiono mengandalkan metode optimasi SEO (Search Engine Optimization).

Ketika optimasi SEO dilakukan dengan baik,  peringkat suatu web di pencarian Google akan semakin tinggi. Ketika suatu web punya peringkat yang tinggi, maka para pengunjung akan berdatangan.

“Kalau supaya trafiknya bagus, ya tentu harus membidik kata kunci. Misalnya saya sharing tutorial tentang cara membuat blog berdasarkan pengalaman saya. Nah, sembari sharing pengalaman, saya juga membidik kata kunci cara membuat blog yang memang banyak dicari orang.”

“Strateginya adalah SEO, baik membidik long tail keyword atau sebaliknya (keyword utama). Untuk tahun ini, saya juga akan melakukan guest post untuk mempromosikan blog tersebut sekaligus meningkatkan domain authority-nya,” ungkap Herman sembari berbagi resep sukses blognya.

Guest post adalah kegiatan bertamu menjadi penulis di blog lain. Ketika seorang blogger melakukan guest posting, blogger tadi akan menulis di blog lain. Nah dalam tulisan tersebut, blogger yang bertamu dapat mempromosikan blognya. Kegiatan guest posting termasuk salah satu cara untuk mempromosikan blog baru.

Terkait cara mendatangkan trafik blog, Herman juga berbagi saran lain.

“Untuk para pemula yang punya budget, mungkin lebih baik menggunakan cara berbayar. Misalnya beriklan di Google AdWords atau Facebook. Soalnya, kalau mengandalkan SEO akan lama. Belum lagi saingannya yang bisa gila-gilaan seperti di topik kesehatan dan kecantikan.”

Bagaimana dengan cara monetisasi (menghasilkan uang) dari blog? Saat ini kan ada banyak metode, seperti affiliate marketing, monetisasi dengan iklan PPC (pay per click), jualan online, menjual produk/bisnis sendiri.

“Saya tidak tahu metode monetisasi mana yang tepat karena masing-masing metode monetisasi punya kelebihan dan kekurangan. Namun, bagi blogger yang tidak mau repot membuat produk sendiri, bisa memilih afiliasi dan PPC seperti Google AdSense,” lanjut Herman.

Meski sudah berhasil sebagai seorang blogger, Herman tidak mau berpuas diri. Ia masih punya banyak rencana yang akan diwujudkan.

“Dalam 5 tahun ke depan, saya akan membuat 50 blog bahasa Indonesia baru. Metode monetisasinya adalah PPC (Google AdSense dan MGID).”

Selain itu, Herman juga berkeinginan menjadi seorang penulis buku best seller di bidang blog. Ia juga berencana membangun kursus online tempat ia bisa berbagi pengalamannya dalam mengembangkan bisnis online.

Sambil menutup kisahnya, Herman berpesan pada siapapun yang ingin memulai jadi seorang blogger.

“Mulailah dengan topik yang Anda sukai atau kuasai. Prioritas pertama adalah membangun 20-30 konten dalam 3 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, lupakan dulu menghasilkan uang karena blognya masih dalam fase peluncuran (launching). Jika tidak bisa menulis sendiri, rekrut penulis artikel lepas karena itu akan membantu sekali,” pungkasnya.

Catatan redaksi: jika kamu ingin mengikuti serial konten seputar blogging, kamu dapat mengikuti tag blogging di Kanala.id. 

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here