Sebagai pebisnis milennials, kamu pasti pernah presentasi. Entah itu presentasi kepada calon klien, calon partner, karyawan, investor, ataupun pihak-pihak lain yang berkaitan dengan bisnismu.

Agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, kamu perlu mengemas presentasimu sebaik mungkin. Tak hanya itu, penampilanmu saat presentasi juga harus prima, andal, dan efektif. Terus, bagaimana cara melakukan presentasi bisnis yang baik dan efektif?

Kali ini Kanala akan membagikan 10 tips presentasi terbaik yang bisa kamu terapkan pada presentasi bisnismu.

Tips-tips berikut Kanala ambil dari penjelasan Guy Kawasaki dalam buku The Art of The Start. Versi bahasa Indonesia dari buku tersebut berjudul Merintis Perusahaan Multinasional dari Nol.

1. Jelaskan Bisnismu di Menit-Menit Awal

Di bukunya, Guy Kawasaki (2004, p.71) bilang sebaiknya pebisnis langsung menjelaskan bisnis mereka di menit awal presentasi.

“Bersikaplah baik kepada mereka (pendengar): jawablah pertanyaan tersebut di menit pertama. Begitu tahu apa yang Anda lakukan, para pendengar dapat menyimak apapun yang lain dengan perspektif yang lebih terfokus dan dapat membuang hal-hal yang dianggap kurang penting dan menyimpang,” tulis Kawasaki.

Intinya, beri penjelasan tentang bisnismu secara singkat dan menarik. Hindari membuka presentasi dengan berbasa-basi dan bercerita panjang lebar untuk sekadar menghangatkan suasana. Langsung to the point aja gitu lhoguys.

2. Menjawab “Si Anak Kecil” 

Guy Kawasaki juga ngajak para pebisnis untuk selalu membawa “anak kecil” dalam setiap presentasi. Tentu “anak kecil” yang dimaksud cuma pengandaian. Bayangkan ketika kita sedang presentasi, ada anak kecil yang selalu bertanya “memangnya kenapa?”.

Selanjutnya kita perlu menjawab pertanyaan “memangnya kenapa?” tadi. Dengan menjawab pertanyaan tersebut, kita bisa menjelaskan pesan secara lebih jelas. Jadinya, pesan presentasi kita akan makin diserap oleh para pendengar.

Untuk lebih jelas, Guy Kawasaki menyarankan pebisnis menggunakan pola berikut: “memangnya kenapa?” misalnya..”.

Contoh penerapannya: kita menjelaskan sebuah hal. Lalu bayangkan ada anak kecil yang bertanya, “memangnya kenapa?”. Selanjutnya kita bisa jelaskan secara lebih detail tentang pesan kita tadi. Nah biar makin jelas, kita bisa memberikan contoh untuk menggambarkan penjelasan kita tadi.

3. Pahami Audiensmu

Agar bisa membuat presentasi bisnis yang baik, kita perlu paham tujuan audiens kita. Guy Kawasaki menyarankan agar kita mencari tahu apa yang penting bagi pendengar kita. Untuk konteks presentasi bisnis, Guy Kawasaki memberikan beberapa contoh pertanyaan yang dapat kita gunakan saat menyusun presentasi bisnis. Contoh pertanyaannya:

  • Apa tiga hal yang terpenting yang ingin diketahui pendengar tentang bisnis kita?
  • Apa yang membuat pendengar tertarik pada gagasan kita?
  • Apakah ada isu, pertanyaan, atau persoalan khusus yang harus kita persiapkan untuk pertemuan (presentasi) tersebut?
  • Berapa usia orang tertua yang akan hadir dalam presentasi?

Pertanyaan-pertanyaan tadi dapat kita tanyakan pada para pendengar yang akan hadir dalam presentasi kita.

Selain itu kita juga bisa mencari tahu latar belakang pendengar. Kita bisa mencari tahu tentang asal perusahaan para pendengar, tentang tim dari para pendengar, hingga tentang kesibukan mereka akhir-akhir ini.

Selanjutnya, hasil penelusuran latar belakang dan pemahaman tadi dapat kamu jadikan acuan saat menyusun, mempersiapkan, dan membawakan presentasi bisnismu.

4. Ini Tips Presentasi Paling Penting: Jalankan Aturan 10/20/30

aturan 10, 20, 30 dalam presentasi.
Aturan 10/20/30 adalah gunakan 10 slide presentasi, bawakan dalam 20 menit, dan gunakan huruf ukuran 30.

Menurutku, inilah tips dan aturan presentasi yang paling penting. Aturan 10/20/30 terdiri dari:

  • 10 halaman slide, 
  • 20 menit presentasi,
  • huruf berukuran 30. 

Saat presentasi, gunakan slide-slide yang ringkas, idealnya cukup 10 halaman slide. Jadi, ketika kita sedang presentasi, cukup bawakan 10 slide presentasi aja. Tujuan presentasi adalah membangkitkan ketertarikan, bukan mendapatkan transaksi. Begitu kata Guy Kawasaki.

“Karena itu, jumlah slide yang direkomendasikan untuk presentasi sedikit saja-sekitar 10. Jumlah yang sedikit ini akan membuat kita berkonsentrasi pada hal-hal yang benar-benar penting saja. Anda bisa menambahnya sedikit lagi, tetapi sebaiknya jangan lebih dari 20. Semakin sedikit slide yang Anda pakai, semakin kuat gagasan Anda,” sambung Kawasaki.

Selain 10 slide yang kita bawakan, kita juga tetap bisa kok menyiapkan slide-slide lain. Hanya saja, fokuskan isi presentasi kita pada 10 slide tadi. Jadikan slide-slide lain sebagai cadangan materi jika memang diperlukan.

Mengapa 20 menit? 

Terkait dengan durasi presentasi, kita harus bisa memberikan presentasi dalam waktu 20 menit. 20 menit waktu yang cukup dan ideal. 20 menit akan membuat kita tetap aman jika sewaktu-waktu rapat/presentasinya molor. Selain itu, usai presentasi 20 menit, kita menyediakan waktu diskusi/tanya jawab selama 40 menit.

Mengapa huruf berukuran 30?

Tujuannya supaya isi slide presentasi kita mudah dibaca. Huruf berukuran 30 akan mudah dibaca oleh siapapun yang hadir, termasuk oleh mereka yang sudah berumur. Kadang kita presentasi gak cuma ke yang muda-muda lho. he..he.

Selain itu, huruf berukuran 30 akan menjadikan kita lebih efektif dalam menulis isi slide. Kok bisa?

Soalnya huruf berukuran besar “memaksa” kita hanya menuliskan poin utama/inti dari isi tiap slide. Jadi, kita nggak bisa berpanjang-panjang dalam menulis isi slide.

5. Siapkan Panggungmu

Tak kalah penting, Guy Kawasaki juga berpesan agar pebisnis mempersiapkan panggung mereka. Persiapkan diri dengan baik, persiapkan juga peralatan dan pendukung presentasimu. Sampai-sampai si Kawasaki ini menyarankan agar membawa dua laptop berisi materi presentasi, membawa salinan presentasi di USB, hingga membawa versi cetak presentasi. Hal ini untuk berjaga-jaga jika kita harus presentasi dalam kondisi terburuk (misal: semua peralatan rusak/tidak berfungsi).

Datanglah lebih awal, persiapkan dulu panggung presentasimu.

6. Tunjuk Satu Orang yang Berbicara

Tunjuklah satu orang yang bertugas membawakan presentasi bisnis. Menurut Guy Kawasaki, sebaiknya CEO harus bicara 80% dari porsi waktu yang tersedia. Anggota tim lain dapat mempresentasikan slide yang berkaitan dengan bidang keahlian mereka. Selain itu, anggota tim tadi dapat menjawab pertanyaan yang lebih detail sekiranya dibutuhkan.

7. Diam, Catat, dan Tindak Lanjuti

tips presentasi bisnis untuk pebisnis pemula

Saran lainnya adalah diam, catat, dan tindak lanjuti respon dari pendengar. Diam dan mencatat merupakan hal yang baik dalam sebuah presentasi. Tindakan ini dapat meninggalkan kesan yang mendalam. Aktivitas mencatat menunjukkan bahwa kita:

  • cerdas,
  • ingin dan berhasrat untuk belajar,
  • bersungguh-sungguh.

“Pada akhir pertemuan, buatlah rangkuman atas apa yang Anda dengar dan katakan kembali hal itu untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan informasi yang benar. Anda dapat membuat kesan yang lebih mendalam dengan menindaklanjuti, pada hari yang sama, semua yang Anda ucapkan selama presentasi-misalnya memberikan informasi tambahan,” tulis Kawasaki (2004, p.98).

8. Lakukan Presentasi Secara Konsisten

Pastikan untuk selalu berlatih sebelum membawakan presentasi. Kita bisa melatih presentasi di depan saudara, teman, mitra kerja, karyawan, ataupun pihak lainnya. Jika kita tidak pernah berlatih, presentasi kita akan buruk.

9. Gerakkan Tubuhmu

Untuk membuat presentasi jadi lebih menarik, gerakkan tubuhmu. Hindari membuat presentasi menarik dengan sekadar memakai animasi-animasi di Powerpoint.

“Anda tidak perlu menggunakan animasi yang lucu-lucu seperti itu. Gunakan tubuh Anda, dan bukannya Powerpoint, untuk menyampaikan ekspresi, emosi dan antusiasme Anda,” sambung Kawasaki.

10. Tips Membuat Presentasi Bisnis di Powerpoint

tips membuat slide presentasi bisnis

Berikut beberapa tips membuat slide presentasi di Powerpoint. Tips-tips berikut bisa kamu gunakan untuk presentasi bisnismu.

  • Gunakan latar belakang berwarna gelap. Tujuannya agar slide presentasi kita lebih nyaman untuk dilihat. Memelototi warna putih/terang dalam waktu lama akan melelahkan mata.
  • Tampilkan logo perusahaan/bisnis kita di halaman master. Cara ini akan menjadikan logo kita muncul di tiap halaman slide. Tujuannya untuk membangun awareness terhadap brand dan bisnis kita.
  • Manfaatkan bullet. Bullet  membantu kita menyampaikan poin-poin penjelasan secara pendek-pendek. Ini bakal memudahkan pembaca membaca slide kita. Selain itu, cukup pakai satu level bullet. Jika sampai harus menggunakan dua level bullet, berarti isi presentasi kita terlalu panjang.
  • Tambahkan gambar dan grafik. Kita bisa menggunakan grafik untuk menampilkan informasi dan hasil numeris. Selain itu kita juga bisa melengkapi slide kita dengan gambar.
  • Pastikan slidemu dapat dicetak. Dengan kata lain, pastikan seluruh isi slidemu dapat dibaca dengan mudah jika dicetak.

tips membuat presentasi bisnis

Nah jika kamu butuh koleksi gambar untuk dipakai pada slide presentasi, kamu juga bisa cek artikel ini: Butuh Koleksi Gambar Gratis? Gunakan 5 Web IniDi artikel tadi Kanala sudah membahas lima situs web yang dapat kamu gunakan jika butuh koleksi gambar gratis.

Itulah 10 tips presentasi bisnis terbaik untukmu para pebisnis muda. Selamat mencoba dan siapkan presentasimu dengan baik. Semangat para millennials!

Punya pegalaman saat presentasi bisnis? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here