Ketika memulai sebuah bisnis, kita perlu mempersiapkan rencana bisnis (business plan). Hadirnya rencana bisnis akan memudahkan kita untuk mengetahui arah dan perkembangan bisnis kita ke depannya.

Nah, buat kamu yang lagi bingung gimana menyusun rencana bisnis, Kanala punya solusinya. Kali ini Kanala akan membahas seputar membuat rencana bisnis.

Inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini:

  • Mengenal tentang rencana bisnis dan pentingnya rencana bisnis,
  • panduan (cara) untuk menulis rencana bisnis yang baik,
  • tips-tips dalam membuat perencanaan bisnis.

Apa Itu Rencana Bisnis? Mengapa Kita Membutuhkan Rencana Bisnis?

Shopify mengartikan rencana bisnis (business plan) adalah dokumen yang menjelaskan sebuah bisnis baru, produk dan layanan bisnis tersebut, bagaimana bisnis tersebut menghasilkan uang, kepemimpinan dan staf, finansial, model operasi, dan detail lain yang penting bagi operasi dan sukses bisnis tersebut.

Nah sederhananya, Bplans.com mengartikan rencana bisnis sebagai peta jalan untuk bisnis, yang mana peta tersebut menguraikan tujuan dan cara mencapai tujuan bisnismu.

tujuan rencana bisnis
Rencana bisnis adalah peta jalan untuk mewujudkan tujuan bisnismu.

Ini nih alasan mengapa kita membutuhkan rencana bisnis.

  • Membantu kita (pendiri bisnis) mengetahui informasi detail tentang tujuan bisnis kita dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Dengan menyusun rencana bisnis, kita akan  tahu berapa banyak dana yang kita butuhkan untuk membangun bisnis, fasilitas yang dibutuhkan untuk produksi, analisis terhadap kompetitor/produk sejenis di pasaran, tim yang dibutuhkan, dan detail lain seputar bisnis kita.
  • Rencana bisnis juga dapat dijadikan salah satu dokumen/detail untuk meyakinkan calon investor.
  • Menulis rencana bisnis akan membantu tim mengetahui detail bisnis mereka, termasuk kekurangan yang ada pada bisnis mereka.

Guy Kawasaki (2004, p. 108) berpendapat bahwa sekalipun kita tidak sedang mencari modal bisnis, kita tetap membutuhkan rencana bisnis.

“Semua kerja keras, pengorbanan, dan keinginan romantis untuk mengubah dunia menjadi nyata dan terbuka untuk diperbincangkan begitu hal itu ada di atas kertas. Demikianlah, dokumen itu sendiri jelas tidak sepenting proses pembuatannya. Bahkan, jika tidak merasa perlu mencari modal pun, Anda tetap harus membuat rencana bisnis”, tulis Kawasaki dalam bukunya Merintis Perusahaan Multinasional dari Nol (The Art of the the Start).

Guy Kawasaki (kiri), penulis buku The Art of Start. Sumber: laman profil Guy Kawasaki.

Bagaimana Cara Menulis Rencana Usaha?

Salah satu elemen paling penting dari rencana bisnis adalah ringkasan eksekutif (executive summary). Ringkasan inilah yang akan menentukan menarik atau tidaknya business plan kita.

Untuk bikin ringkasan eksekutif, Guy Kawasaki menyarankan kita mulai dari presentasi. Presentasi tersebut berisi ringkasan eksekutif tentang bisnis kita. Biasanya, presentasi tadi dibawakan di hadapan para investor. Setelah presentasi tersebut jadi, barulah kita membuat versi detail dari presentasi tadi. Versi detail inilah yang menjadi sebuah rencana bisnis.

“Presentasi Anda lebih penting ketimbang rencana bisnis Anda, karena hal itu akan menentukan apakah Anda ditolak atau bisa melangkah lebih jauh. Investor yang sudah berpengalaman pertama-tama tidak akan membaca rencana bisnis,” sambung Kawasaki (2004, p.109).

Lantas, apa saja isi ringkasan eksekutif yang sebaiknya ada di presentasi/rencana bisnis kita? Berikut elemen-elemennya.

  1. Judul,
  2. Permasalahan,
  3. Solusi,
  4. Model bisnis,
  5. Keistimewaan,
  6. Pemasaran dan Penjualan,
  7. Persaingan,
  8. Tim manajemen,
  9. Proyeksi Finansial dan Metriks Kunci,
  10. Status Mutakhir, Presentasi Terakhir, Penjadwalan dan Penggunaan Dana

Menurut Guy Kawasaki, ringkasan eksekutif adalah bagian terpenting dari rencana bisnis. Kenapa? Sebab ringkasan eksekutif inilah yang menentukan apakah pembaca akan tetap terus membaca rencana bisnis kita atau tidak.

“Namun, jika rangkuman eksekutif Anda tidak mampu menimbulkan ketertarikan, pertandingan akan usai sebelum dimulai, dan semua rencana bisnis tidak ada gunanya lagi karena tidak ada yang akan memperhatikannya,” tulisnya.

Selain ringkasan eksekutif, Shopify juga menyebutkan elemen lain yang juga bisa dihadirkan dalam perencanaan bisnis. Elemen-elemen lain tersebut antara lain:

  • deskripsi bisnis kita,
  • deskripsi produk dan layanan,
  • pernyataan misi,
  • kepemimpinan dan tim,
  • analisis pasar,
  • analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats).
  • rencana pemasaran,
  • proyeksi keuangan,
  • analisis arus kas,
  • detail tentang operasi bisnis.

Nah jika kamu mau membuat rencana bisnis, kamu bisa cantumkan elemen-elemen di atas pada rencana bisnismu.

Tips Membuat Rencana Bisnis

menyusun perencanaan bisnis

Berikut beberapa tips dalam menulis rencana bisnis yang diberikan oleh Guy Kawasaki.

  • Jangan lebih dari 20 halaman. Semakin ringkas suatu rencana bisnis, semakin besar kemungkinannya untuk dibaca.
  • Tugaskan satu orang untuk menulisnya. Menurut Kawasaki, rencana bisnis harus mengartikulasikan suara tunggal. Artinya rencana bisnis bukan merupakan hasil tambal sulam, hasil potong dan tempel. Untuk itu, ia menyarankan agar satu orang yang bertanggung jawab untuk menuliskan rencana bisnis.
  • Sederhanakan proyeksi keuangan dalam dua halaman. Guy Kawasaki juga menyebutkan bahwa proyeksi yang terpenting adalah pernyataan arus kas untuk lima tahun pertama.
  • Cantumkan metriks kunci, seperti: jumlah konsumen, lokasi, dan penjualan kembali. Menurutnya, metriks memberikan pemahaman yang lebih baik tentang rencana bisnis dibanding proyeksi keuangan.
  • Sertakan asumsi yang melatarbelakangi proyeksi finansial. “Asumsi yang melatarbelakangi perkiraan Anda jauh lebih informatif dan penting ketimbang proyeksi itu sendiri”, ungkap Kawasaki. Jadi, jika kamu menyusun rencana keuangan, pastikan kamu juga punya argumentasi/latar belakang yang kuat dalam penyusunan angka-angka tersebut. Investor biasanya pengin banget tahu alasan di balik rencana keuangan itu.

Nah teman-teman, itulah panduan dan tips dalam menulis rencana bisnis. Selamat menyusun business plan kalian. Rencana bisnis memang penting dan perlu. Hanya saja yang jauh lebih penting adalah cara mewujudkan rencana dan ide bisnis yang kalian miliki.

Jika kamu tertarik membaca artikel dan panduan bisnis lain, yuk baca rubrik bisnis di Kanala.id.

Punya pengalaman dalam menulis rencana bisnis? Yuk share pengalaman kalian di kolom komentar.

Suka dengan konten Kanala.id? Yuk daftarkan emailmu untuk langganan artikel bisnis dan investasi khusus milenial dari Kanala.id.

1 COMMENT

  1. Kunci dari business plan ada di lembar exsum-nya, dalam membuat exsum harus dibedakan antara startup dan established dimana untuk startup penekannya lebih ke hasil akhir yang akan dicapai atau peluang yang bisa diciptakan, baru berbicara mengenai target dan metode.
    Sedangkan untuk established company lebih mission statement, baru menginjak ke business highlight dan pencapian-pencapaiannya.
    Satu lagi, usahan exsum ini tidak lebih dari 2 lembar, syukur jika bisa dalam satu lembar.
    Artikel Anda menarik sekali …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here